Goddess of Small Things

October 28, 2014 § Leave a comment

And the air was full of Thoughts and Things to say. But at times like these, only the Small Things are ever said. Big Things lurk unsaid inside. ~Arundhati Roy, The God of Small Things

I train myself to always get back on track.

Beberapa bulan terakhir rasanya seperti berjalan dalam kecepatan yang tidak bisa saya ikuti dengan kesadaran penuh. Terlalu tumpang tindih, semakin susul menyusul satu sama lain. Kadang waktu berangkat tidur dan menyambut pagi seperti terjadi dalam sekejap mata.

Saya merasa kehilangan aktivitas kesukaan saya: membekukan waktu. Jurnal hanya teronggok sia-sia, semakin jarang dibuka apalagi ditulis. Buku sketsa nasibnya kurang lebih sama. Yang selalu terisi hanyalah work note, padat to-do-list dan catatan-catatan yang dirasa penting.

Betapa ironisnya bahwa yang penting-penting itu hanya terasa penting di hari itu saja. Sementara yang akan terasa penting dalam jangka waktu yang lama tidak lagi sempat direkam, dibiarkan berlalu dan terlupakan.

Malam ini memutuskan harus lebih memaksa diri lagi untuk cermat menggunakan waktu, work note padat to-do-list itu memang harga mati tapi saya masih ingin membekukan momen dan rasa-rasa yang melewati hari. Mencatat, merekam, dan menggambarkan lagi.

Harus semakin efisien dengan waktu, lebih hati-hati mengiyakan sesuatu apalagi yang memakan waktu dengan sia-sia.

_

Malam Mantra, 29 Oktober 2014.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Goddess of Small Things at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: