pelajaran-pelajaran dari kurikulum 2013

January 2, 2014 § 4 Comments

  1. Tidak perlu berteman atau bersahabat atau berdiskusi dengan semua manusia yang kamu kenal. Memilih itu bukan berarti menjadi picky tapi tahu betul apa yang kamu perlukan dan berdampak baik untuk pikiran dan ideologi sebagai seorang manusia.
  2. Fiksi itu menggugah dan menginspirasi namun buku-buku non fiksi yang ditulis oleh mereka yang berpikiran terbuka, kritis, dan tajam ternyata terasa mengaktifkan bagian otak yang selama ini hanya terlelap atau sibuk melayang di alam mimpi. Waktunya lebih berpijak ke tanah, melihat dan membaca hal-hal yang memang benar-benar terjadi.
  3. Waktu dan energi begitu berharga alangkah baiknya untuk lebih cermat memilih dan memilah aktivitas apa saja yang akan menggunakan keduanya. Lebih keras lagi atas penggunaannya!
  4. Pendapat dan opini setiap orang akan ada yang berseberangan tidak akan pernah sama. Dan kebenaran itu sifatnya relatif tergantung dari sudut mana memandangnya. Pondasi harus kuat, prinsip harus matang agar tidak mudah terbawa arus pendapat dan opini yang sebenarnya tidak sesuai. Sembari tetap menjaga kelenturan agar tetap bisa menerima hal-hal di luar diri yang sifatnya untuk kebaikan.
  5. Bersenang, bersantai, dan liburan itu perlu sekali untuk mental yang sehat namun tidak perlu sampai mendominasi ingin dan hari. Karena sesungguhnya jika melihat ke dalam diri sudah terlalu banyak PR yang ditunda dan belum selesai. Ketinggalan tersebut berbeda-beda tergantung individunya. Adalah tugas masing-masing juga untuk menemukan cara mengejar ketinggalannya.
  6. Berkata tidak dan menolak bukanlah bentuk membatasi diri namun lebih ke perwujudan lebih “mengenal diri”. Mengenal batasan-batasan diri yang dimiliki atas waktu, energi, dan keinginan. Jika tahu tidak akan menikmati sebuah ajakan atau undangan tidak ada salahnya menolak. Tentunya dengan cara yang baik dan masuk akal.
  7. Batasan, aturan, dan semestinya harus bagaimana tidak selalu berlaku. Batasan adalah sesuatu yang dibuat oleh manusia sehingga sifatnya tidak mutlak. Kebaruan selalu diperlukan selama mau mencari jalannya dan tidak sibuk membatasi diri.
  8. Bekerja mencari uang adalah mutlak hukumnya. Harus mampu menghidupi diri sendiri tanpa memberatkan orang lain. Setiap kita dapat mencapai kebebasan hidup apabila dapat menghidupi dan bertanggung jawab atas semua hari yang dilewati. Namun bekerja dalam taraf kesibukan yang membuat sulit berpikir, memilih, dan membuat sesuatu (baca: berkarya) sebaiknya dtinjau kembali. Kesibukan yang berlebihan tanpa memberi makanan bagi jiwa cenderung menyeret seseorang untuk mencari sumber kebahagiaan semu dan bersifat sementara atas nama penyegaran jiwa atau otak. Sudah semestinya setiap kita memiliki bentuk mencari uang yang sesuai bagi aktualisasi diri, cukup untuk menghidupi, dan tentu saja sehat bagi jiwa.
  9. Menulislah, karena dengan menulis kemampuan untuk mengungkapkan ide dan pendapat akan membaik, pertumbuhan cara berpikir akan terekam dengan seksama. Menulis juga merupakan sebuah aksi nyata untuk mengosongkan pikiran dengan hal-hal yang tidak disadari sudah ketinggalan zaman dan kaku dengan yang bersifat baru. Terus perbaharui pikiran dengan menulis. Tidak perlu menulis yang penting bagi orang lain, selama yang ditulis itu terasa penting bagi diri sendiri.
  10. Bekerja dan berkarya layaknya seorang seniman tulen. Dalam hal ini percaya pada idenya sendiri dan selalu mencari jalan untuk mewujudkannya. Di atas itu semua upayakan untuk menjaga kejujuran dalam membuat sesuatu. Segala sesuatu yang keluar dari otak dan kedua tangan merupakan hasil kontemplasi yang sakral, sudah sewajarnya bebas dari pretensi dan intensi semu yang bersifat permukaan belaka.
  11. Segala wadah sosial yang terdapat di internet adalah sebuah “alat” semata, sebaiknya tetap diposisikan sebagai alat bukan bagian dari diri. Jika digunakan untuk menyebarkan hal-hal yang baik lambat laun akan terasa membawa kebaikan atau perubahan. Diam bukan lagi sebuah sikap yang baik di masa sekarang ini. Namun bicara yang isinya hanya sampah juga sebaiknya dihindari.
  12. Perasaan memiliki Tuhannya sendiri. Tuhan logika kadang diam karena Tuhan perasaan selalu lebih lantang berbicara, membuat seorang manusia kadang melakukan hal-hal yang jika ditilik secara logika sungguh tidak masuk akal. Namun ketika bertemu di tengah-tengah Tuhan logika dan Tuhan perasaan itu sepakat bahwa memang ada beberapa orang dan hal yang patut diperjuangkan, tentu saja dengan keberanian menghadapi resikonya.

Jakarta, 31 Desember 2013

Awalnya tulisan ini hanya untuk pengingat di jurnal personal saya, namun ketika saya baca ulang hal-hal yang terkandung di dalamnya terasa begitu umum sehingga saya memutuskan untuk menuliskannya di sini. Tanpa harapan tertentu atau intensi apa-apa. Sesederhana ingin berbagi sepenggal pemikiran sok tahu saya (atas diri saya sendiri) di hari terakhir tahun 2013 yang lahir atas rentetan peristiwa, obrolan, renungan, dan bacaan sepanjang tahun 2013.

§ 4 Responses to pelajaran-pelajaran dari kurikulum 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading pelajaran-pelajaran dari kurikulum 2013 at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: