antara Kaliurang dan rasa sedikit-sedikit jatuh cinta

October 17, 2013 § 1 Comment

 Kaliurang (6)

Pagi itu aku terbangun. Hap!

Aku intip dari balik kisi-kisi jendela kayu dan melihat langit biru dengan awan bergumpal yang gemuk-gemuk, samar-samar suara cicit burung masuk tidak sopan ke dalam kamar. Tidak ada suara klakson yang menyakiti telinga, udara berwarna abu-abu yang biasanya membuatku ingin kembali masuk ke balik selimut pun tidak tampak. Aku mengantuk, badanku pegal-pegal, semacam habis dipeluk-peluk semalaman penuh. Oh! Ya ampun! Aku sedang bermain-main di Yogyakarta! Dan sepanjang malam terlelap di Hong, rumah kuning benderang yang terletak di Kaliurang, kira-kira 45 menit saja dari kota Yogyakarta. Aku langsung bangun, tidak memedulikan pegal karena ingin cepat-cepat cium-cium udara yang bersih dan memandang lama-lama deretan pohon yang goyang-goyang ditiup angin. Aku tidak rindu padamu knalpot dan klakson! Aku kangen awan dan daun!

Aku pun beranjak dari kamar tanpa mandi dan gosok gigi, cuma sempat pakai kaos kaki.

Kaliurang terletak di kaki gunung merapi (kurang romantis apa?) dengan deretan rumah mungil warna-warni yang seperti didatangkan dari salah satu cerita Enid Blyton, kayak kota tempat tinggalnya Pippi Longstocking atau asrama Malory Towers tempat Darrel dan teman-temannya nakal bersama. Kalau kamu tidak tahu Pippi dan Darrel kamu keterlaluan payahnya, lekas cari dan baca bukunya! Ini serius.

Pagi itu aku jalan-jalan bersama temanku yang bernama Lunang mau sarapan nasi gudeg di sebuah halaman belakang, dimanakah tepatnya aku tidak tahu. Ssssst, itu rahasia, kata Lunang. Kami menyusuri jalan yang agak berpasir, setiap melangkah maka terbanglah sejumput debu warna putih ke belakang. Aku pun mengalami jatuh cinta yang pertama, sama daun-daun hijau di hadapanku, ia bersanding rukun dengan kuncup bunga-bunga merah jambu dan cemara yang hijau tua, sepertinya cemara itu yang paling tua di antara mereka.

Kaliurang (1)

Kami jalan-jalan dan tiba di halaman belakang rumah Paman baik hati. Belum selesai rasa jatuh cintaku, aku dibuat jatuh cinta lagi dengan sebuah gazebo. Iya gazebo! Keterlaluan memang hatiku menjadi murahan sekali. Aku nyaris lupa dengan nasi gudeg juga kaos kakiku yang tadinya hitam kini mulai jadi abu-abu, gara-gara pasir putih dari gunung merapi. Aku hirup dalam-dalam semua rasa, daun, gazebo dengan tirai putih lusuh, kotak-kotak nasi gudeg, pumpkin pie buatan Hong, ayam-ayam yang lincah berkeliaran, awan, dan batang pohon. Aku merasa hidup.

Kaliurang (2)

Hari pertamaku di Kaliurang aku sudah jatuh cinta dua kali. Dua-duanya manis dan tidak bikin patah hati, seperti permen jahe yang dibalur gula karamel. Bikin ketagihan! Beberapa hari di Kaliurang aku jatuh cinta beberapa kali lagi, ada yang besar dan ada yang kecil, namun kali ini aku tidak berteriak-teriak lagi setiap kali jatuh cinta. Malu soalnya.

Kaliurang (7)

Goa Jepang

Ada Pak Dasri di sini, kalau kamu berkunjung jangan lupa mencari bapak-bapak berwajah ramah yang membawa-bawa kamera digital. Dia akan potret kamu bersama berapapun teman kamu dengan kamera mungilnya. Kalau dia bilang “Cheese!” jangan lupa senyum ya!

Kaliurang (8)

  Kolam Lumut!

Kasihan kolam lumut sudah lama tidak diacuhkan, tidak pernah ada lagi yang berenang di kolam itu. Ia terlihat kesepian, aku mau kok tinggal beberapa waktu di ruang ganti kecil itu, sambil mendengarkan Edith Piaf dan membaca sedikit-sedikit Fritzgerald. Ingin sekali undang teman-teman yang lagi menghirup udara berwarna abu-abu dan mendengarkan irama klakson di kota asalku. Ajak mereka bakar jagung dan main-main sambil celup kaki di kolam lumut.

Kaliurang (10)

Warung Permen Yang Belum Jadi.

Di dalam kepalaku ada kursi-kursi kayu di depan bangunan mungil itu, warnanya putih, kuning, dan biru, lalu setiap beberapa saat Bibi Beruang akan keliling mengantarkan permen pesanan pelanggannya. Tentu permen yang dijajakan adalah permen jahe yang dibalur dengan gula karamel.

Kaliurang (11)

Lapangan Senam dan Yoga.

Kebetulan di satu pagi ketika mengunjungi lapangan ini aku datang bersama seorang guru Yoga, tadinya kami mau Yoga pagi-pagi tapi malah sibuk mengunyah kentang goreng dengan garam dan merica dan sambal tomat. Aku lihat-lihat ke halaman bawah membayangkan kami ramai-ramai olahraga di situ, sepertinya seru. Bermandikan keringat lalu berteduh sebentar di bawah pohon kuncup merah jambu sambil menyeruput es limun.

Kaliurang (12)

Panggung Atap Untuk Awan!

Sore-sore penuh awan dan angin. Ramai-ramai kami berkumpul dan nyanyi-nyanyi. Ada gitar, ukulele, dan tamborin kecil. Rok-rok para perempuan tertiup-tiup angin. Poni-poni berkibas kesana kemari. Ketawa-ketawa. Bercerita sana sini sambil terbahak-bahak walaupun tidak tahu nama. Setelah berakhir semua terasa seperti teman lama yang sudah lama saling mengenal.

Ah, terima kasih Kaliurang dan Hong untuk memori manis selama 5-9 September kemarin, dengan menuliskan ini aku jadi kangen ingin peluk-peluk kamu dan kamu.

Peluk dan cium,

Gendis x Ibu Ikan x Kopikap

_

Cerita ini mengacu pada semua kesan dan senyum dan sensasi sedikit-sedikit jatuh cinta yang kami alami sepanjang persiapan pameran GENDIS di LIR Space, Yogyakarta telah dilangsungkan pada tanggal 7 – 21 September kemarin. Sungguh beruntung semesta memberikan kesempatan untuk mengenyam rasa menghuni sebuah area semanis Kaliurang. Kawasan yang sungguh bebas dari distraksi dan sesak dengan keajaiban alam dan teman-temannya. Sebentar namun begitu magis.

Sebuah tambahan kecil: Semua foto hadir jujur tanpa sentuhan filter. Murni secantik itu.

§ One Response to antara Kaliurang dan rasa sedikit-sedikit jatuh cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading antara Kaliurang dan rasa sedikit-sedikit jatuh cinta at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: