mixed feelings

September 25, 2013 § Leave a comment

Mixed feelings is something you can’t explain but you know exactly how it really feels.

Sebelum bulan puasa kemarin saya sudah mulai membaca The Bell Jar karya Sylvia Plath. Baru satu bab, sudah menyerah, berhenti, lalu tidur-tiduran memandang langit-langit yang agak bocor sambil berpikir, “buku ini aneh bikin malas melanjutkan sekaligus ingin tahu bagaimana kelanjutannya.” Akhirnya baru bisa diselesaikan beberapa saat yang lalu, beberapa teman yang sudah membaca duluan bilang hati-hati sama The Bell Jar, karena bisa bikin depresi dan mendatangkan kesedihan tanpa sebab. Karenanya saya pun benar-benar menilik perasaan yang timbul setelah selesai membaca, yang oh ternyata sulit dideskripsikan. Penasaran apakah saya akhirnya dapat merasakan yang namanya depresi? (Sungguh penasaran!) Namun bukan depresi, bukan juga senang, apalagi sedih. Yang hadir bisa dibilang sebuah wujud rasa yang sulit dijelaskan, seperti adonan yang campur aduk, merata. Sebuah pengalaman ‘merasa’ yang menyenangkan, mixed feelings. Terdapat ketidakpuasan namun juga rasa lega. Ada setitik senang namun juga marah yang tertahan. Seperti sebuah bola karet yang mengandung sedikit-sedikit rasa yang ada di muka bumi. Seakan-akan ia menjadi rangkuman.

Hal tersebut serupa juga dengan efek yang ditimbulkan film Big Fish. Bercampur-campur yang menyenangkan, apalagi saat tiba di bagian ending. Terilhat tidak ada usaha untuk menyajikan bentuk solusi, tidak ada jawaban di sana tapi ada sebuah rasa yang menyatakan kalau semua telah usai. Entahlah ending yang dimaksud akan membawa bahagia atau tidak kepada tokoh sentralnya. Namun mixed feelings yang ditimbulkan kurang lebih sama, magis. Rasanya seperti mabuk karena tidak ada bentuk deskripsi yang mendampingi rasa. Kejelasan sepertinya sedang menepi dan beristirahat. Campuran yang tidak mengenal kalimat-kalimat keterangan ini membuat semua yang pasti dan terukur dalam seketika terasa tidak cukup lagi.

Pada akhirnya mixed feelings akan lebih dikejar. Sensasi tersebut, selalu.

_

Rindu yang salah alamat di Rabu, 25 September 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading mixed feelings at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: