menjadi sinkron

July 29, 2013 § 2 Comments

(Waktu baca: 3-3 menit)

Awalnya saya hanya berpegang teguh dengan kata “konsistensi”. Karena saya percaya apapun yang dilakukan secara konsisten tidak mungkin gagal mengantar pelakunya pada titik yang diinginkan. Terlepas dari tujuannya baik atau buruk.

Singkat cerita, beberapa waktu lalu saya mesti menghadapi beberapa hal (baca: tentu saja manusia) yang seringkali tidak selaras antara hati, pikiran, mulut, dan perilaku. Secara impulsif saya pun mengangkat “sinkron” menjadi kata paling penting kedua setelah “konsistensi”. Karena, coba dipikir-pikir, jika seseorang konsisten untuk menjadi tidak sinkron, oh, sungguh mau jadi apa dunia ini? Telan saja saya ke dalam dunia World War Z atau Pacific Rim, rasanya lebih gampang melawan zombie dan monster laut (yang pasti selalu sinkron) daripada manusia yang semua aspek dirinya tidak sinkron.

Contohnya:

  • Pacaran bertahun-tahun lamanya sampai lumutan, kemudian orang tua pihak perempuan yang khawatir mulai mendesak anaknya agar pria yang ia pacari segera melamar. Pria yang didesak oleh perempuan tidak tergerak sama sekali, malah mengeluarkan berbagai alasan yang sebenarnya tidak masuk akal. Tapi ketika ditanya mau menikah atau tidak dijawab dengan pasti, “Ya, maulah!” tapi tidak menunjukkan tanda-tanda mendekat ke sana. Lalu entah kenapa si pria terasa semakin menjaga jarak dengan perempuan.
  • FAKTA: Pria ini sebatas malas mencari perempuan baru atau mungkin belum menemukan perempuan yang dia mau. Tolong ini 2013, sudah tidak zaman menjadikan perempuan sebagai safety net kecuali tampangmu sebagai pria hancur sekali, bisa saya maklumi sedikit.
  • Setelah melakukan beberapa lompatan kecil ke beberapa pria yang asalnya tidak jelas dari mana, perempuan pun melabuhkan hati dan tubuhnya pada seorang pria. Memang tidak terlihat ikatan kimiawi yang nyata pada perempuan dan pria ini, ketika ditanya apakah dia mau serius dalam hubungan ini perempuan menjawab, “Memang ini yang saya perlukan, hubungan yang tidak mengikat dan ngawang jadi masih bisa kesana-kemari.”. Sungguh saya tidak paham apa itu kesana kemari sambil memiliki hubungan. Apakah itu nama sejenis hama? Namun di satu hari yang mendung mata perempuan terlihat sembab, ternyata pria kedapatan berhubungan manis — manja — lucu-lucuan lagi dengan mantannya (maklum pria memang bodoh, selalu saja ketahuan untuk hal seperti ini). Perempuan mengaku patah hati dan hancur, dia menangis tanpa henti selama 2 hari 2 malam. Padahal katanya masih mau jadi hama kesana kemari?
  • FAKTA: Perempuan malang ini tidak berani mengungkapkan isi hatinya, yang sebenarnya sesak dengan rasa sayang dan keinginan untuk serius. Dia takut kalau mengutarakan hal ini pria akan ambil langkah seribu dari sisinya. Agar aman, dia mengaku masih mau bebas tapi ingin punya hubungan — bahasa kerennya open relationship (itu juga nama hama). Padahal kalau memang pria langsung ambil langkah seribu ucapkan saja “Alhamdulillah” karena terbebas dari jenis pria basi yang takut komitmen, kecuali umurnya masih 17 tahun dan masih kaku waktu memakai alat kontrasepsi, saya maklum.
  • Perempuan menjalin hubungan dengan seorang pria namun seiring berjalannya waktu ia sadar kalau secara bibit, bebet, dan bobot pria tidak terlalu mumpuni. Faktor status, ekonomi, dan attitude agak minus, tapi kok rasanya sayang. Ya sudah diam saja. Kemudian seorang pria lain pun datang dengan bibit, bebet, dan bobot yang lebih mumpuni. Setidaknya aman secara finansial sampai mati lalu menjadi tanah. Perempuan pun mengakhiri hubungan dengan pria bibit, bebet, dan bobot minus kemudian melompat tanpa ragu ke pria bibit, bebet, dan bobot (baca: uang, uang, uang) plus. Ternyata  perasaan tidak bisa bohong, terlanjur menikah tapi masih sayang sama yang minus, tapi tahu butuh uang plus, dan ternyata seks pria plus tidak sejago pria minus. Di dalam kegalauan perempuan pun kirim-kirim kode ke pria minus berharap pria minus masih menyimpan rasa dan tertarik menjalin hubungan kembali walau dia juga tidak mau berpisah dari pria plus. Perempuan pun manis-manis kepada yang plus dan yang minus karena dia tidak paham semua manusia itu pasti punya plus dan minus.
  • FAKTA: Perempuan ini sampah dan kebanyakan waktu luang, penjelasan lebih lanjut rasanya tidak diperlukan.
  • Perempuan, dalam keadaan hamil dan terlihat seperti perempuan manis dan taat suami, ketika melakukan hubungan seksual masih membayangkan pria lain. Bahkan masih membayang-bayangkan masa lalu yang sudah lewat sambil mengusap-ngusap perutnya yang gendut seperti bakpao. Me – nge – ri – kan.
  • FAKTA: Yang jenis ini sangat layak dilempar di tengah zombie-zombie World War Z. Yang kasihan anaknya, entah karma apa yang harus ditanggung anak yang harusnya suci, bersih, dan bebas dosa. Poor kid to have a selfish brainless mother.

Sungguh membuat bergidik. Tidak sinkron kadang terasa kecil padahal mendasar. Apalagi kalau tidak sinkronnya mempengaruhi kehidupan manusia lain.

Bercermin ke diri, saya juga masih sering tidak sinkron, melakukan A padahal tidak ingin, menjalin hubungan dengan A padahal tidak yakin-yakin banget, dsb. Ini juga sebagai bentuk reminder terhadap diri saya yang cuma manusia biasa dengan berbagai plus dan minus ini. Setidaknya ketika nanti saya mengambil keputusan besar yang akan mempengaruhi hidup orang lain, akan saya pertanggungjawabkan semampu saya. Mencoba dewasa, bertanggung jawab dengan keputusan, menjadi sinkron.

Melakukan karena Mau
Bersama karena Mau
Hamil karena Mau
Menikah karena Mau
Bekerja karena Mau
Jadi Ibu-Ibu karena Mau
Berkarya karena Mau
Berkomentar karena Mau
Pulang karena Mau
Sendiri karena Mau
Pergi karena Mau
Tinggal karena Mau
Bercinta karena Mau
Menyayangi karena Mau
Menerima karena Mau
Berpisah karena Mau
Bersatu karena Mau
Memasak karena Mau
Menolak karena Mau
Bahagia karena Mau

Kalau tidak mau atau ragu atau masih menyimpan hama-hama di dalam tubuh, bisa dibersihkan dulu.

Tidak malas berpikir tentang yang diinginkan, ketika sudah tahu lakukan sinkronisasi dengan mulut dan tindakan. Pasti akan lebih banyak waktu luang untuk melakukan hal-hal yang berguna daripada terbelit kerumitan karena menjadi tidak sinkron.

Ditutup dengan doa malam: Jauhkan saya dari manusia tidak sinkron, dekatkan dengan yang sinkron, dan jadikan saya sinkron.

_

taman belakang

 

 

 

 

 

 

Ditulis di taman belakang yang penuh tanaman rambat, 29 Juli 2013.

Untuk manusia-manusia sinkron yang jumlahnya semakin menipis tetapi ada.🙂

PS: Contoh-contoh kasus adalah fiktif belaka, kalau ada yang ‘merasa’ berarti Anda tidak sinkron.

§ 2 Responses to menjadi sinkron

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading menjadi sinkron at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: