#30haritidakonsumtif

June 2, 2013 § 1 Comment

(Waktu baca: 2-2 menit)

Bulan lalu saya menolak dua buah pekerjaan komersil. Bukan karena tidak membutuhkan uangnya, tapi karena saya tidak menyukai pekerjaannya atau sesederhana waktunya tidak pas. Kesadaran mengambil pekerjaan yang disukai dan tidak memaksakan diri dalam hal waktu atau energi ternyata memberikan dampak yang menyenangkan.

Jadi lebih meresapi pekerjaan yang diambil karena dipilih penuh kesadaran, fokus, dan puas dengan hasil akhirnya.

Berbeda dengan tahun lalu dimana saya “menghajar” semua pekerjaan yang datang, deadline datang susul menyusul sampai tidak sempat memikirkan proyek personal. Dan ketika saya menjajarkan pekerjaan-pekerjaan tersebut di akhir tahun, hanya sebagian kecil yang saya suka. Sisanya … sampah. Bahkan saya malu untuk mengakui beberapa hasil kerja saya. Kasihan memang.

Pemangkasan sampah pun saya lakukan pelan-pelan dan tentu saja hal ini mempengaruhi pemasukan. Yang menurut saya tidak apa karena tumpukan sepatu sungguh bikin saya mual (pokoknya dua hal ini nyambung tapi malas menjelaskan). Ditambah melihat tumpukan benda-benda sampah lainnya yang tidak kalah banyak. Saya mulai menyesali sifat konsumtif saya selama dua tahun terakhir (mungkin ada koneksinya dengan bekerja begadang sampai mata berkantung untuk uang, jadi menghabiskan uang tersebut pun dengan seenak pantat). Membeli bukan karena butuh tapi MAU. Mau ini, mau itu, mau semua, mau terus-terusan, seperti orang yang tidak bisa berpikir.

Pada akhirnya tumpukan benda itu terasa seperti beban. Lalu saya me-restart pola konsumsi saya sedikit.

Mulai mengurangi untuk membeli benda yang tidak perlu. Menyemangati diri dengan tweet-tweet semacam “Berhenti membeli. Berhenti menginginkan.” di timeline saya. Jujur, tidak gampang apalagi sebagai perempuan yang menganut paham “Belanja adalah kebahagiaan”, memiliki sepatu baru itu rasanya hampir sama seperti jatuh cinta minus kekhawatiran akan ditinggal tiba-tiba tanpa alasan jelas. Kira-kira begitu.

Usaha restart itu pun mengalami ON dan OFF. Sampai seorang pria Taurus menyuruh saya menonton video ini (ya memang tidak memikat apalagi Opa yang berbicara tidak melakukan usaha apapun untuk menyuntikkan estetika visual. Tapi sungguh, semua kalimat yang keluar dari mulutnya ada benarnya). Kalimat yang langsung menghantui otak saya dalam seketika:

Happiness cost nothing.

(Berteriak BANG!BANG!BANG! di dalam otak)

 

Lalu seperti biasa saya memutuskan sebuah komitmen yang impusif dan tiba-tiba tidak jelas: #30haritidakonsumtif

Saya akan mencatat semua pengeluaran saya selama 30 hari dengan cermat (tanpa nominal), godaan-godaan gombel untuk membeli benda-benda yang tidak diperlukan (sepatu Melissa model terbaru dan majalah Frankie termasuk didalamnya?) , dan juga usaha untuk tetap berada di jalan yang benar. Kalaupun ada keluar jalur dan pasti ada semoga tetap minimal. Hamdalah.

Konsumsi yang diperbolehkan hanya kebutuhan pokok agar keseharian tetap berputar seperti makanan, transportasi, semua yang rutin (komunikasi, helper fee, dsj.), dan keperluan pekerjaan serta karya.

Berikut cerita konsumsi saya dari tanggal 1 Juni – 2 Juni 2013:

1 Juni

Menonton teater Sangkar Emas dari teater Garasi-an (kultur kebutuhan pokok ya kan?)
Makan malam Gudeg-an
Minum duduk-duduk meeting-an

2 Juni

Belanja supermarket-an (sayur, buah, dkk.)
Cuci mobil-an
Squash-an

Dan mengutip kata mutiara terakhir dari Opa:

Everytime you want to buy something ask yourself, “Do I really need this?”

Jakarta, di awal Juni dan hari terakhir jadi hamster di rumah

Tagged:

§ One Response to #30haritidakonsumtif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading #30haritidakonsumtif at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: