mari berpura-pura

May 1, 2013 § Leave a comment

Sepertinya kamu orang yang tidak pernah peduli.

Saya mengiyakan pernyataan ini. Saya merasa pantas disebut sebagai orang yang tidak pernah peduli. Karena kepedulian saya memang terasa semakin sempit dalam beberapa waktu ini.

Minggu kemarin merupakan minggu yang menyenangkan, perjalanan Malang, Bromo, Bali membuat pikiran menjadi segar. Rasanya seperti bermain squash dilanjutkan makan siang nasi goreng merah Pelangi, lalu menyesal kenapa tidak makan salad saja. Tapi tidak dengan perjalanan ini yang cuma dipenuhi kesenangan.

Namun ada beberapa kalimat dari teman baru maupun teman lama yang membuat saya tercenung. Beberapa kali saya berkata kepada diri sendiri bahwa saya harus mengurangi ketidakpedulian saya, sedikit demi sedikit. Entah kenapa upaya untuk peduli terasa melelahkan sekali bagi saya, seperti sebuah investasi waktu yang menguras energi. Tapi saya mau belajar untuk mulai peduli pada hal-hal yang tadinya tidak saya pedulikan. Sulit. Itu pasti.

Masalahnya titik peduli saya begitu sedikit. Entah kenapa mereka hanya tertambat pada hal-hal dan orang-orang yang sangat spesifik. Energi dan perasaan saya otomatis akan tercurahkan begitu banyak pada beberapa titik ini dan langsung mengalami kemarau pada titik-titik yang berada di luarnya. Mungkin saya kurang eksplorasi atau membuka diri pada titik yang lain? Entahlah.

Ketika teman baru mengutarakan pendapat mengenai diri, rasanya lebih mudah untuk tidak mengindahkan dan menganggap kalimat mereka sebagai angin lalu. Dan hal itu yang selalu saya lakukan. Tetapi minggu kemarin beberapa pendapat tersebut secara mengejutkan datang dari orang-orang yang menurut saya telah mengenal cukup lama, bukan cuma permukaan saja. Itu yang membuat saya berpikir dan merasa harus berbenah. Sungguh malas, tapi tidak ada salahnya dicoba.

Setidaknya dengan berpura-pura.

Berpura-pura peduli. Berpura-pura menaruh perhatian. Berpura-pura simpati. Berpura-pura empati. Lalu lama-lama terbiasa.

_

Jakarta, sendirian di hari pertama Mei yang diguyur hujan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading mari berpura-pura at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: