berhenti bunuh diri

April 17, 2013 § 1 Comment

Bukannya saya menyanjung aktivitas ini, tetapi entah kenapa mereka yang berkarya dan memutuskan untuk mengakhiri hidup dengan tangannya sendiri adalah mereka yang benar-benar mengendalikan karyanya.

Virginia Woolf
Sylvia Plath
Diane Arbus
Vincent van Gogh
Kurt Vonnegut
Edgar Allan Poe (terselamatkan lalu meninggal karena Rabies satu tahun kemudian)
Ernest Hemingway

Mungkin satu-satunya dorongan mereka untuk berkarya entah itu menulis atau ranah visual semata-mata untuk mengeluarkan apapun itu yang merongrong kepala mereka. Mungkin karya-karya itu ditujukan untuk menyembuhkan diri mereka sendiri, sebagai sebuah cara berkomunikasi dengan kepala mereka. Mungkin karya-karya itu semata-mata diberikan kehidupan karena mereka sendiri kebingungan dengan hidup dan jutaan makna tak berarti di dalamnya. Mungkin karya-karya itu tidak pernah dihadirkan semata-mata untuk popularitas atau review semata. Mungkin karya-karya itu bukanlah sebuah ekspresi diri tapi sebuah aksi penyembuhan. Mungkin karya-karya itu tidak pernah terbayangkan untuk memiliki jutaan penikmat dan menjadi legenda. Mungkin mereka tidak pernah berpikir mengenai ke-aku-an mereka tetapi hanya sibuk menuangkannya menjadi sebuah bentuk jujur yang berteriak tanpa tahu malu, lewat karya. Mungkin karya-karya itu bahkan tidak memiliki muatan ke-aku-an sama sekali. Mungkin karya-karya itu belum menyadari bahwa sebuah ke-aku-an yang dominan adalah egoisme yang wajar dilakukan. Mungkin karya-karya itu memang ada untuk menjadi sebuah tolak ukur, standar, dan rongrongan bagi karya-karya yang lahir semata-mata karena aksi kapitalisme kampungan yang mengemis sebuah nama dan ke-AKU-an dalam huruf kapital. KAMPUNGAN, menjadi favorit yang tanpa sadar digunakan terus-menerus.

Mungkin ketika mereka tiba pada sebuah titik dimana tidak ada lagi pikiran yang mengganggu untuk ditransformasikan pada suatu bentuk, merasa fungsi yang diberikan telah selesai, sehingga kehidupan tidak memiliki makna lebih?

Lalu mati menjadi jawaban.

Semua kemungkinan ini begitu mengganggu saya dan semua kedangkalan yang ada di dalam diri saya. Di sekitar saya.

Kedangkalan ini begitu menambah kedangkalan yang telah bercokol sebelumnya.

Merasa terlalu berharga untuk cepat-cepat mencicipi kematian, terlalu percaya diri sampai  ingin hidup selamanya untuk menghasilkan sampah yang lebih banyak. Untuk menyesaki pikiran manusia dengan sedemikian banyak hal-hal yang tidak berarti. Cuma buku-buku kosong yang meneriakkan bisa sastra dengan pola pikir dongeng omong kosong, rentetan karya tanpa nafas yang panjang, dan omong kosong berbalut visual basa-basi.

Terlalu banyak aksi tidak penting yang menemani. Aspek tambahan yang semestinya memakan porsi sedemikian kecil tapi dengan giatnya dibesar-besarkan. Sebuah citra dan personalitas. Rentetan kata-kata pendek tanpa arti yang tidak melakukan apapun kecuali memancing jijik. Citra dan wajah. Citra dan wajah. Dimuat berulang-ulang membuat muak semua kedangkalan yang saya miliki.

Tidak apa dangkal dan hidup selama tetap menghasilkan sampah.
Tidak apa menghasilkan sampah selama wajah dan citra tersebar seperti sampah dimana-mana.
Tidak apa menjadi sampah dimana-mana yang penting dielukan oleh sampah-sampah yang lain

Begitu bangga menjadi sampah. Menjadi dangkal. Menjadi saya.

_

Jika ada kesamaan karakter, situasi, dan lokasi sesungguhnya ini hanyalah fiksi belaka. Terima kasih dan tidak peduli.

§ One Response to berhenti bunuh diri

  • setau saya, karya bagi Virgina Woolf seperti seorang anak. Jadi setiap dia melahirkan sebuah karya, dia ibaratkan seperti melahirkan seorang anak. Saya baca ini dalam biografinya. Dan gak sekali dua kali dia mencoba bunuh diri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading berhenti bunuh diri at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: