aksi terang-terangan melawan lupa

March 24, 2013 § Leave a comment

Seharusnya saya menggambar. Ada dua deadline esok hari, tapi momen yang sedang saya jalani sekarang harus diabadikan.

Momen ini saya sebut momen bingung yang menyembuhkan. Momen melelahkan yang saya harapkan dapat membantu saya naik kelas.

Ada Januari yang mendatangkan perubahan di dalam pola pikir saya. Mengenai kepercayaan terhadap diri sendiri dan orang lain. Mengenai apa itu makna kata “yakin”. Mengenai memilih yang sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya. Mengenai mempelajari kesalahan dan tidak mengulangi. Mengenai kebingungan dan pertanyaan yang seringkali diciptakan tanpa jawaban. Lalu di bulan yang sama sebuah perubahan juga datang, yang pada awalnya hanya saya anggap sebagai angin sepoi-sepoi yang bisa mendatangkan kesejukan. Sekedar sejuk lalu bersantai menunggu matahari terbenam untuk kemudian bangun di esok hari tanpa memori tentang keberadaan angin sepoi-sepoi. Tentu saja seperti biasa, sekali lagi saya salah.

Memang yang namanya mencoba-coba dan mengira-ngira itu tidak baik adanya. Sebaiknya mencari tahu terlebih dahulu sebelum mencoba, ada benarnya jika belajar dulu dari kesalahan sampai menguasai terlebih dahulu sebelum mempelajari hal yang sama sekali baru.

Bukannya suka akan tergesa, hanya saja perasaan meloncat-loncat dari satu tempat ke tempat lain ini memang sadar tidak sadar mendatangkan sebuah excitement yang sulit dijelaskan. Seperti adiksi yang tidak bisa dihindari. Memasukkan letupan yang menjamin hari-hari saya bukan hanya terisi rencana dan rutinitas.

Sekarang ibarat sebuah kapal menjelang karam, air yang dingin menusuk sudah menggenangi telapak kaki saya. Mendatangkan perasaan was-was dan kehati-hatian yang sebenarnya dengan atau bisa tanpa alasan. Saat ini saya masih bisa naik ke atas meja lalu merasa sedikit pusing karena oleng kiri dan kanan tapi terhindar dari dinginnya air. Namun perasaan was-was itu tetap ada, takut terbenam lalu sulit keluar. Takut terjebak di atas meja lalu tidak pernah bisa keluar dari kapal tersebut. Atau yang terburuk sudah tahu akan tenggelam tapi tetap berdiam diri dan pasrah ditusuk dinginnya air.

Pilihan. Pilihan.  Sekali lagi harus memilih.

_

Jakarta di bulan kesayangan, 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading aksi terang-terangan melawan lupa at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: