manusia karet

October 22, 2012 § Leave a comment

seperti karet, bisa memanjang, memendek, lalu kembali menjadi diri kembali, sesuka hati.

berlari kesana kemari, tertawa, merengut, menangis, dan tertawa lagi, sesuka hati.

jatuh cinta, benci, jatuh cinta lagi, jatuh cinta banyak sekaligus, sesuka hati.

terbang ke negara lain tanpa berpikir, untuk pulang lagi, sesuka hati.

tidur dengan dia, bercinta, lalu pulang untuk sendirian, sesuka hati.

menulis, melukis, menulis, lalu melukis sampai bosan, sesuka hati.

pergi sendiri, jauh sekali, untuk mengenal yang belum dikenal, sesuka hati.

melihat kamu, terbangun di sebelah, lalu menyapa burung, lalu tidur lagi, sesuka hati.

mencintai, dicintai, mencintai, dan melupakan, sesuka hati.

mati, hidup, lalu kembali mati, singgah ke surga sebentar, sesuka hati.

marah-marah sama Tuhan, lalu tertawa bersama, lalu pergi dari-Nya, sesuka hati.

jenguk Papa di langit, lalu ngomel-ngomel, pulang lagi ke dunia, sesuka hati.

berteman, lalu melupakan atau dilupakan, berteman lagi dengan yang lain, sesuka hati.

melupakan ulang tahun dia, mengingat hari lahirmu, melupakan tanggal, sesuka hati.

bercinta denganmu, dengannya, dengan dia, dengan mereka, sesuka hati.

bilang benci dan bosan, sesuka hati.

pulang dan pergi, sesuka hati.

sesuka hati.

_

Jakarta, 22 Oktober 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading manusia karet at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: