hanya beberapa catatan kecil

September 6, 2012 § Leave a comment

  • Hari Minggu sore kemarin saya mengisi waktu dengan bermain in line skate bersama 3 teman baik saya, yang ditutup dengan makan malam sempurna di American Hamburger yang sudah langka itu. Fakta bahwa saya hanya pernah satu kali mencoba in line skate kala SMU dan sukses jatuh dengan tulang punggung terlebih dahulu, agak membuat saya trauma. Tapi kapan lagi? Hasilnya saya ‘menggelinding’ amat perlahan dengan ditemani mas-mas in line skate (yang menurut teman saya chemistry kami dapat banget). Dan kalimatnya entah kenapa masih menempel di kepala saya hingga hari ini, “Sebenarnya mbak sudah bisa main in line skate kenceng-kenceng teori dan tekniknya sudah menguasai kok, tapi masih takut aja. Makanya kayak yang nggak bisa.” lalu mas-mas ini beberapa detik melihat ke arah seorang perempuan kecil yang lincah bermain, “Anak itu juga baru belajar tapi langsung bisa, karena dia tidak takut jatuh. Coba deh mbak hilangkan rasa takutnya pasti langsung bisa.” Wow, mas ini kok bisa begitu mengenal saya dalam sekali pertemuan?
  • 1 minggu kembali ke dalam rutinitas masih tidak bisa mengeluarkan pemandangan pantai dan langit biru dari Tanjung Bira,  Bulukumba, Sulawesi Selatan. Indahnya keterlaluan, bikin saya merasa benar-benar lagi leyeh-leyeh di pantai beneran (ya, membingungkan). Saya juga rindu rumah, rasanya ingin pulang ke sana, saya juga agak lelah menyesuaikan dengan ritme yang begitu cepat dan terburu-buru. Belum selesai menanggapi satu sudah datang lagi yang lain. Semoga minggu depan lebih baik.

Pagi di Tanjung Bira

  • 3 hari kemarin saya pemalas luar biasa. Saya tidur cepat setiap hari, 9 atau 10 malam tepat. Bangun pagi – lurus-lurusin punggung – minum susu – mandi – berangkat kerja. Di kantor moody, malas ngomong. Pulang kerja malas kemana-mana, pengennya langsung sampai di kamar saya yang nyaman, nyalain AC, buka baju lalu goler-goler di kasur sambil baca timeline atau BBM-an. Kegiatan goler ini pun berlangsung hingga pukul 9 atau 10 malam. Habis goler langsung tidur. Lalu bangun pagi lagi dengan perasaan bersalah karena tidak produktif. Karena mengacuhkan deadline(-deadline). Karena tidak mengejar apa yang semestinya harus dikejar. Lalu rindu saya sempat beberapa saat salah alamat. Dan hari ini ternyata saya dapat tamu bulanan, ternyata baru sadar … PMS saya seburuk itu, toh.
  • Sudah masuk lagi ke fase ‘hati-hati sudah dua tahun’ di mana saya akan merasakan kebosanan yang amat sangat terhadap hal yang saya lakukan selama 2 tahun penuh. Ini seperti penyakit saya. Bikin parno, karena menyembuhkannya harus dengan aktivitas ekstrim. Tapi konon perempuan single berusia 27 tahun sudah nggak boleh melakukan hal ekstrim. Makanya kemarin pas penyakit ‘dua tahun’ kumat saya makan cokelat aja, yang banyak.
  • Sedang belajar mengendalikan rindu-rindu, dan malas-malas yang kian merongrong.
  • Daftar empat kelas Bikram Yoga Kuningan. Berharap bisa jadi salah satu obat penyakit ‘dua tahun’, tapi kayaknya nggak. Soalnya saya sudah terlalu fokus untuk nantinya tidak pingsan di dalam ruang bersuhu panas trus sambil yoga. Amin.

Kira-kira begitu.

_

Jakarta, 6 September 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading hanya beberapa catatan kecil at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: