pusat pusaran air

August 25, 2012 § Leave a comment

Terkadang tanpa sadar kita menganggap bahwa diri kita adalah bintang pada sebuah panggung pertunjukan dan yang lain hanyalah pemeran pembantu atau pemeran pohon mati semata. Lalu kita pun akan bercerita terlalu banyak, tentang diri sendiri. Memaparkan hal-hal yang belum pasti. Masih berupa mimpi dan rencana. Menceritakan dari A-Z tanpa ada seorang pun yang bertanya. Mungkin lupa setiap manusia di bumi ini adalah pemeran utama pada panggungnya masing-masing. Jangan menjunjung kehidupan sendiri terlalu tinggi, tapi jangan juga mengecilkan.

Percayalah, selalu harus berada di bawah sorotan lampu yang panas dan tatapan mata yang sibuk menilai itu melelahkan. Akan banyak keharusan-keharusan yang tidak diinginkan. Akan banyak obrolan-obrolan kecil tanpa makna. Akan  banyak tatapan-tatapan membosankan tanpa kehangatan.

Lebih baik melakukan yang terbaik di balik panggung, bersama sekelompok manusia yang memahami benar apa yang mereka lakukan, dan muncul ke panggung jika memang saatnya telah tiba dan memang harus disorot lampu panas dan tatapan-tatapan yang sibuk menilai.

Makassar, 25 Agustus 2012

Semata-mata karena menikmati ada di balik panggung. Mari berbicara tentang hidup dan bahagia, daripada ke-aku-an yang membosankan.

Tagged:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading pusat pusaran air at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: