yang tertinggal dari Dieng

July 2, 2012 § Leave a comment

hanya sendal jepit berkat bus yang remnya blong

Udara dingin yang menusuk saat waktu tidur menjelang. Udara tipis yang membuat nafas menjadi agak terengah saat pendakian kecil. Warung nasi pinggir jalan, paduan nasi hangat dan hati ampela kecap yang super enak. Kesederhanaan dan hening. Tertawa bersama, lepas.

_

Akan kembali dengan beberapa foto lain, sungguh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading yang tertinggal dari Dieng at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: