tentang pulang

June 19, 2012 § 1 Comment

Siang tadi mendengar kabar salah satu ex-kolega kantor saya papanya baru saja meninggal dunia, saya langsung teringat 7 tahun lalu saat almarhum papa saya juga dipanggil pulang oleh-Nya. Beritanya belum berhenti sampai di situ, ternyata teman saya ini juga sudah kehilangan ibunya, dan sekarang hanya tinggal berdua dengan kakaknya yang 1 tahun lebih tua darinya (teman saya ini masih kuliah). Mendengar itu lutut saya langsung terasa lemas, kehilangan satu orang tua rasanya sudah gamang luar biasa, apalagi kehilangan keduanya? Membayangkannya saja perasaan saya jadi campur aduk.

Akhir-akhir ini setiap kali mendengar berita kematian saya langsung melayangkan doa agar semua orang yang saya sayang panjang umur dan diberi kesehatan. Jujur, saya tidak menakuti kematian saya sendiri (kecuali kenyataan akan dibakar di neraka terlebih dahulu), saya lebih takut akan kematian orang-orang yang seandainya bisa hidup selamanya dan tidak pernah akan pernah pergi.

  1. Ayah saya (yang baru saya sadari ketika dia dipanggil)
  2. Ibu saya
  3. Fakhri, Firman, dan Tini
  4. Opa dan Oma saya
  5. Keluarga terdekat
  6. Kamu
  7. Sahabat yang dekat di hati dan terlalu banyak untuk disebutkan

Semoga mereka panjang umur, sehat, dan bahagia.

Tagged:

§ One Response to tentang pulang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading tentang pulang at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: