you (definitely) can’t have it all

March 23, 2011 § Leave a comment

  • Pekerjaan super menyenangkan sesuai dengan what so called passion merunut dari pakar karir yang pada sok tahu itu. Rekan kerja menyenangkan, tidak sok dan nggak pernah main tusuk dari belakang *euh?*. Tapi nominal gaji tidak menyanggupi liburan 4x setahun dan kalau nekat beli sepatu sol merah dijamin cuma makan tempe selama 2 bulan penuh.
  • Pacar lumayan ganteng walaupun masih jauh banget dari Channing Tatum, baik hati dan nggak posesif bahkan cenderung tidak peduli pacarnya pergi sama teman cowok model apapun, pekerja keras dan punya visi misi yang jelas sama hidup. Tapi kalau ciuman nggak ada enak-enaknya, lebih enak ciuman sama katak dalam dongeng. Ciuman aja nggak enak, apalagi yang lebih dari itu.
  • Teman-teman main saat ini menyenangkan, pola pikir cukup sejalan karena teman-teman ini termasuk segerombolan orang yang merasa sudah termakan usia, menua secara fisik dan hati. Kalau diajak mabuk cuma mau di hari-hari besar, yang tentunya bukan keagamaan. Kalau diajak main maunya ke tempat yang mature dan nggak banyak ABG galau (langsung coret 7 11).Tapi doyan banget nitip beliin ini itu tanpa pernah diganti, mungkin disangkanya kalau sehati dompet pun jadi milik bersama?
  • Tempat tinggal saat ini enak, berhubung belum terperangkap dalam kehidupan berkeluarga yang sarat rutinitas masih memilih untuk tinggal di kost-kostan mahalan yang lengkap dengan AC dan air hangat. Satpam siap 24 jam tanpa ada aturan, mau gonta ganti bawa lawan jenis setiap hari juga nggak ada yang peduli, warung nasi delivery 24 jam yang bisa custom made menu. Tapi ada satu gerombolan manusia ukuran super jumbo yang doyan pake tanktop+hotpants tinggal dalam 1 kamar, hobi mabuk sambil dugemar (baca:dugem dalam kamar) diiringi lagu disko ala Club kota tanpa mengenal waktu, dan paling sering di pagi hari.
  • Tinggal sendirian jauh dari keluarga itu super fun! Nggak ada yang larang-larang, nggak ada yang suruh makan sayur 3x sehari, nggak ada pemberlakuan hukum haram atas mie instan, nggak ada yang membatasi jam tidur di akhir pekan, nggak ada yang cerewet nyuruh sholat tepat setelah adzan berkumandang dan nggak ada kewajiban untuk menjadi lihai di dapur. Tapi setiap pulang dari aktivitas keseharian tidak pernah merasakan bagaimana hangatnya pulang ke rumah.
  • Keberadaan burung biru yang mendekatkan semua orang yang jauh, jadi tahu lokasi banjir terdekat di mana dalam waktu sepersekian detik, jadi tahu siapa aja yang jualan tiket konser, jadi tahu siapa yang beranak pinak, jadi tahu siapa yang bitchy at heart, jadi tahu restoran yang enak tanpa perlu baca-baca majalah gratisan Jakarta, jadi bisa nyombong dengan cara terselubung, dan tentu saja jadi bisa nyepet orang dengan sistem #nomention. Tapi mengurangi waktu produktif sebanyak 60% dibandingkan sebelum kemunculannya ke dunia  fana yang dihuni makhkluk berkaki dua yang haus perhatian.

Tapi konon kata seseorang yang tidak dapat saya ingat namanya, semua bentuk Tapi yang kerap dirasakan sebagai kekurangan justru akan menyempurnakan semua hal.

Sesungguhnya kesempurnaan hanya kepunyaan yang di Atas.

We will never ever have it all.

A late note: Pointers di atas sifatnya fiktif belaka, apabila ada kesamaan sesungguhnya itu terjadi tanpa kesengajaan loh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading you (definitely) can’t have it all at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: