air yang luruh

February 27, 2011 § 1 Comment

Beberapa minggu terakhir syaraf sensitif saya sepertinya sedang aktif sekali berkegiatan, saya terlalu mudah sekali tersentuh.

  • Mendengar kabar meninggalnya seorang selebritis yang memiliki citra baik di mata masyarakat, air mata saya otomatis luruh.
  • Menonton film The Romantics yang bercerita mengenai persahabatan dan pernikahan karena cinta yang salah alamat, air mata saya langsung menetes.
  • Menonton film Blue Valentine yang dengan gamblang menggambarkan bahwa cinta antara dua anak manusia itu memiliki masa kadaluarsa, air mata mengalir dengan derasnya.
  • Menonton film The Fighter yang padahal inti ceritanya adalah tentang petinju bersaudara yang kegiatannya baku hantam, saya menangis tersedu-sedu.
  • Melihat kebahagiaan teman saya yang akhirnya menyederhanakan keinginan dan berani menerima sekaligus memberi cinta kepada seorang pria, air mata saya keluar tanpa diminta.
  • Mendengarkan lagu-lagu 90an yang mengembalikan semua memori masa lampau, mata saya basah dengan tidak sopannya.
  • Membaca kembali jurnal-jurnal tua yang dituliskan ketika saya masih begitu naif, saya pun menangis sambil tersenyum bahagia.

Kalau kata pacar, saya jadi cengeng berbeda dengan saya yang dulu.

Tetapi saya pribadi berterima kasih dengan saya yang menjadi cengeng, karena artinya hati saya masih bekerja dan syaraf nurani masih berdetak, bahkan mungkin lebih aktif dan hidup dibanding saya beberapa tahun yang lalu.

Seandainya mereka yang kerap marah dan memperlakukan sesamanya tanpa welas asih mulai belajar menangis, hati yang beku itu mungkin akan melunak dan pertumpahan darah sia-sia tidak akan terjadi lagi atau minimal berkurang.

Jangan malu untuk menangis, karena ia dapat melembutkan hati.

§ One Response to air yang luruh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading air yang luruh at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: