kenapa negara ini mubazir “I love you”?

May 25, 2010 § 2 Comments

Ini cuma pendapat singkat nggak penting dari saya (emang pernah ada yang penting ya?)🙂.

Hari ini sebelum tidur, saya mencoba peruntungan koneksi internet IM2 yang sudah 1 minggu ini ‘ngehe’ luar biasa (sambil harap-harap cemas)  dan yay! ternyata lumayan kencang.

Setelah memuaskan guilty pleasure terbaru saya di twitter, saya pun mulai membaca time line orang-orang  sekaligus melihat update ini dan itu di facebook. Dan saya baru menyadari kalau kalimat “I love you” yang kerap berubah wujud menjadi loveee u/loph u full/dsj. bertebaran di jagad maya negara ini.

Kenapa dengan spesifik saya mengatakan negara ini? Karena seperti yang saya dan mungkin kamu ketahui. Kalimat “I love you” ini sangat sakral jika diucapkan di daratan Eropa dan Amerika dan Singapura (berdasarkan informasi dari adik saya). Entah dengan negara Melayu di sekitar negara kita, dan entah juga dengan daratan Afrika kebetulan saya juga tidak peduli sih.

Kesakralan kalimat ini di daratan Eropa dan Amerika terlihat jelas pada film-film mereka baik yang komersil maupun indie (baca:empot-empotan jualnya). Silahkan cek juga di berbagai serial TV beken seperti Sex and the City, Gossip Girl, How I Meet Your Mother, dan selanjutnya kalian sebutkan sendiri saja. Pada film dan serial-serial TV yang saya sebutkan diatas, jika seseorang sudah mengeluarkan kalimat “I love you” untuk pasangannya itu berarti orang tersebut memiliki perasaan yang ‘penuh’ dan tidak main-main lagi. Singkat kata, kalimat “I love you” is a BIG deal.

Semoga ada yang masih ingat ekspresi Miranda (Sex and the City) saat mendapatkan giant chocolate cookies bertuliskan “I love you” dari dokter kulit hitam yang nan seksi itu? Yang mengakibatkan Miranda menelan habis giant cookies itu karena merasa dirinya tidak siap mental untuk menerima kalimat tersebut.

atau

Yang paling hits dan belum lama terjadi, perang “siapa yang mengucapkan I love you duluan” antara Chuck Bass dan Blair Waldorf di Gossip Girl (punten mohon maaf jika contoh kasus saya terlalu perempuan). Perang ini terjadi dalam 1 season, selama perang itu berlangsung banyak kelakuan licik dan jahat yang mereka lakukan untuk satu sama lain. Hebatnya … setelah Chuck Bass (akhirnya) mengatakan “I love you” sambil membawakan berbagai macam hadiah menggiurkan, semua kelakuan licik dan jahat itu bagai terhapus dan terlupakan tanpa bekas.

Dari situ saya menarik kesimpulan, I love you di negara tersebut benar-benar berarti I love you.

Sedangkan di negara tercinta ini (terutama di jagad maya) I love you memiliki berbagai macam arti tergantung penggunaannya, arti-arti tersebut antara lain :

  • kamu lucu banget deh komentarnya
  • makasih udah ngucapin selamat ulang tahun di wall gue
  • kangen banget deh!
  • selamat ulang tahun semoga panjang umur!
  • terima kasih udah datang ke gigs gue
  • thanks banget loh udah muji hasil karya gue!
  • karena lo nge-follow gue di twitter dan rajin nge-RT
  • atau … as simple as nggak tahu mau ngomong apa biar meriah🙂

Mungkin karena budaya “gampangan” ini juga, banyak cewek/cowok yang udah klepek-klepek karena dibanjiri “I love you” sama pasangannya, lalu shock berat waktu ditinggal pasangannya karena orang ketiga hanya 1-3 bulan setelah kalimat itu diluncurkan. As simple as “I love you” belum tentu berarti I love you, tapi mungkin hanya ekspresi standar dalam hubungan kasih seperti “yang …” *shitty.

Menyebarkan cinta memang baik, indah dan sangat dianjurkan untuk perdamaian dunia. Tapi karena penyebaran itu dilakukan tanpa paham betul apa makna sebenarnya yang terjadi malah penyebaran pernyataan cinta tanpa makna.

Bercermin ke diri saya sendiri, sejauh ini kata-kata “I love you” saya memang tidak sepelit wanita-wanita di Sex and the City atau Chuck Bass. Tapi orang-orang yang saya berikan kalimat itu adalah orang-orang yang memang memiliki tempat di hati, walaupun kadang-kadang tempatnya masih sangat kecil tapi saya udah sok-sok ngasih “I love you” *hehe.

Saya pun membuat janji untuk diri saya sendiri.
Kalau besok-besok saya mengatakan I love you (dalam bentuk apapun itu). I really mean it.

Bagaimana dengan kamu?

§ 2 Responses to kenapa negara ini mubazir “I love you”?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading kenapa negara ini mubazir “I love you”? at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: