ramuan kebahagiaan

May 21, 2010 § 3 Comments

Sejak duduk di bangku SMU Kus sudah bertekad untuk menjadi pebisnis ulung. Dia tidak ingin menjadi pekerja kantoran, karena  ayahnya dipecat begitu saja dari kantor tempat beliau mengabdi selama 25 tahun sebagai office boy tanpa pesangon karena krisis moneter. Kus tidak pernah menyimak pelajaran Geografi karena merasa tidak ada gunanya menghafalkan bandara di seluruh dunia jika tidak pernah sekalipun mendarat di sana, dan dia selalu tidur di pelajaran Sejarah karena kakeknya yang pahlawan perjuangan tidak pernah hidup dengan layak.

Kus tidak memiliki teman, karena teman-teman sekolahnya malu terlihat bermain bersama Kus yang memakai sepatu bolong dan kemeja sekolah kekuningan. Tetapi Kus tidak pernah minder apalagi bersedih hati karena dia tidak pernah merasa membutuhkan teman, satu-satunya hal yang dipikirkan oleh Kus adalah cara menjadi pebisnis ulung.

Hari dan tahun berganti akhirnya Kus berhasil juga menyelesaikan SMA. Selama menjalani masa SMA Kus sudah mencoba berbagai macam bisnis. Dari bisnis menyediakan contekan saat ujian, menjual kunci jawaban untuk Ujian Nasional, mencuci motor teman sekolah, perdagangan obat terlarang, jasa sunat masal murah bahkan sesekali melakukan jual beli organ tubuh manusia. Sayang beribu sayang Kus selalu berakhir dengan perasaan kecewa, kalau tidak merugi dia pasti ditipu oleh pembeli atau bahkan rekan bisnisnya sendiri. Walau begitu Kus tidak pernah menyerah, dia terus mengasah insting dan kemampuan bisnisnya. Bahkan sewaktu Bapaknya menawarkan untuk menjual rumah mereka agar Kus bisa melanjutkan kuliah dan jadi pegawai kantoran Kus menjawab, “Buat apa Bapak jual rumah buat biaya kuliah? Jadi sarjana bukan jaminan saya jadi mampu beli rumah lagi Pak …”

Setelah itu Bapak pun tidak pernah menyuruh Kus untuk kuliah.

Pada suatu hari yang amat panas saat Kus hendak berangkat untuk mengantar obat-obat terlarang pada beberapa pelanggan, Kus berpapasan dengan salah satu SMUnya yang paling baik, pandai dan kaya, Anto. Anto sedang menangis tersedu-sedu di sebuah lapangan parkir universitas negeri terbaik di kota itu. Karena Anto tidak pernah menertawakan dan mengejek Kus, maka Kus pun menghentikan perjalanannya dan bertanya kenapa dia menangis.

“Saya tidak bahagia …”

Kus pun jadi bingung setengah mati dengan jawaban Anto, karena Kus sendiri merasa cukup bahagia padahal hidupnya jauh lebih memprihatinkan daripada Anto. Anto memiliki segalanya, keluarga harmonis, uang banyak, kuliah di universitas terkenal, otak pandai, dan wajah tampan.

Karena kasihan dengan temannya yang baik itu, Kus pun berjanji akan memberikan ramuan kebahagiaan yang sudah jadi rahasia turun temurun keluarganya. Kus bercerita kalau resep tersebut dia dapatkan dari kakeknya yang seorang pahlawan perjuangan, ramuan itu diminum setiap hari oleh prajurit Indonesia semasa perang agar mereka tidak merasa sedih walaupun terpisah dari keluarga, dan menghadapi resiko kehilangan nyawa setiap hari. Anto pun girang setengah mati mendengar cerita Kus dan ingin segera memiliki ramuan tersebut. Kus berjanji untuk mengantarkan ramuan kebahagian itu besok pagi ke rumah Anto.

***

Sejak saat itu Kus meninggalkan semua bisnis yang telah dia tekuni dan fokus pada bisnis ramuan kebahagiaan. Kus membuat website yang berisi testimonial dari orang-orang penting yang telah membeli ramuan kebahagiaan itu ada menteri, penyanyi, aktris, bahkan bintang sinetron bau kencur yang semestinya belum memiliki alasan untuk tidak merasa bahagia.

Orang-orang selalu bertanya kenapa Kus tidak membuka toko yang khusus menjual ramuan kebahagiaan miliknya. Kus bersikeras kalau resep itu tidak boleh ketahuan oleh orang lain karena khasiatnya akan hilang. Kus mengantarkan sendiri ramuan tersebut kepada konsumennya 24 jam sehari 7 hari seminggu tanpa istirahat.

Kus memiliki beberapa pelanggan setia yang minum ramuan kebahagiaan setiap hari. Salah satunya adalah seorang penyanyi terkenal yang minum ramuan tersebut setiap pukul 6 pagi sebelum memulai hari agar tetap merasa cantik dan tidak minder dengan penyanyi-penyanyi pendatang muda yang cantik dan masih berkulit kencang tanpa operasi.
Ada juga seorang pendakwah terkenal yang harus minum ramuan kebahagiaan setiap magrib sebelum memberikan kultum karena dia merasa tidak memiliki kadar iman dan ilmu sebesar  pendakwah lain. Juga ada seorang seniman terkenal yang harus minum setiap hari karena dia selalu merasa ketakutan jika sewaktu-waktu lukisan-lukisannya akan kehilangan peminat. Bahkan ada seorang remaja biasa yang mengorbankan uang jajan harian dari orang tuanya karena merasa tertekan dengan tuntutan untuk selalu menjadi No.1 di sekolah. Pelanggan Kus berasal dari berbagai macam latar belakang, profesi, dan tujuan hidup yang dipersatukan oleh ketergantungan mereka pada ramuan kebahagiaan.

Tentu saja sejak itu kehidupan Kus dan keluarganya berubah total, mereka tidak lagi tinggal di gang sempit yang dipenuhi tikus dan banjir setiap musim hujan tapi di sebuah rumah dua lantai di kawasan gedongan dengan penjagaan satpam 24 jam. Ayah Kus tidak lagi bekerja sebagai tukang batu serabutan dan Ibu Kus tidak perlu lagi menjadi tukang cuci lepas. Mereka sangat bangga kepada Kus yang bisa mengangkat derajat keluarga mereka dari orang miskin yang sering dihina sampai menjadi keluarga kaya yang bisa makan ayam goreng setiap hari. Seluruh tetangga bahkan bersikap sangat baik kepada mereka, tentu saja dengan harapan diberi diskon tambahan untuk ramuan kebahagiaan.

***

Pada suatu hari seluruh kota geger oleh berita penangkapan Kus oleh polisi. Tidak ada yang tahu penyebab Kus ditangkap tapi menurut gosip yang beredar Kus terlibat kasus penipuan bernilai milyaran rupiah dengan seorang pengusaha ternama. Semua orang sedih, bukan karena Kus dipenjara tapi karena tidak bisa minum ramuan kebahagiaan lagi. Seluruh harta Kus disita oleh polisi, Ayah dan Ibu Kus luntang lantung menjadi gelandangan hingga pada suatu hari ditemukan sudah menjadi bangkai busuk di sebuah selokan, mereka berdua dipukuli sampai mati oleh preman kota yang ingin memiliki resep ramuan kebahagiaan.

Sejak Kus masuk penjara masyarakat panik dan melakukan demonstrasi di semua sudut kota, situs-situs jejaring sosial diramaikan oleh kelompok-kelompok pro Kus yang merasa hidupnya tidak akan bahagia tanpa ramuan kebahagiaan. Poster dan flayer dengan gambar wajah Kus tersebar ke seluruh penjuru. Pada suatu hari tiba-tiba saja Kus dibebaskan dari penjara, konon orang No.1 negara ini yang menandatangani surat pembebasan Kus karena dia akhirnya tidak tahan lagi harus memimpin negara tanpa minum ramuan kebahagiaan.

Begitu bebas dari penjara Kus langsung mendatangi makam Ayah Ibunya dan menangis tersedu-sedu di sana. Kus tidak beranjak dari makam tersebut sampai 1 minggu lamanya sambil terus menangis dan menciumi nisan mereka. Masyarakat dari berbagai profesi dan golongan sosial resah menunggu di gerbang makam, ada pengusaha, menteri, artis, penulis, karyawan kantoran dari level manager sampai level kacung, satpam, bahkan anak-anak sekolah bolos untuk menunggu Kus keluar. Mereka menatap nanar ke arah Kus yang tampak tidak terganggu sama sekali dengan keberadaan mereka. Ibarat drakula yang sudah kehausan darah mereka akhirnya tidak tahan untuk menunggu Kus lebih lama lagi, Anto pun diutus untuk bertanya kapan ramuan kebahagiaan akan dijual kembali.

***

Pagi pun datang, kuburan tersebut sudah sepi kembali. Hanya terlihat pasangan kakek dan nenek renta yang sedang mengumpulkan bagian-bagian tubuh yang berserakan di atas tanah.

“Ini tubuh siapa pak?”
“Itu loh bu anak muda yang jadi kaya mendadak karena ramuan yang bisa bikin orang bahagia. Orang-orang marah karena katanya ramuan itu cuma teh jahe bikinan ibunya. Dia dituduh bohong lalu diamuk massa …”

“Teh jahe sih aku juga bisa bikin Pak.”


Jakarta, Mei 2010

§ 3 Responses to ramuan kebahagiaan

  • alkatrazz says:

    teh jahe buatan ibunya kus beda dengan buatan yang lain. teh jahe buatan ibu kus memiliki spirit kasih sayang dan cintanya untuk kus demi membahagiakan anaknya untuk mampu menjalani hidupnya yang terpinggirkan dari kehidupan sosial yang nyatanya tak pernah mendapatkan esensi dari hidup itu sendiri, Kebahagiaan.

  • Ceritanya bagus Lala, the way you develop a story is like Paulo Coelho.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading ramuan kebahagiaan at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: