perempuan-perempuan fiktif yang menarik hati (saya)

May 20, 2010 § 4 Comments

Clementine Kruczynski

Too many guys think I’m a concept, or I complete them, or I’m gonna make them alive. But I’m just a fucked-up girl who’s lookin’ for my own peace of mind; don’t assign me yours.

Saya teringat suatu malam bertahun-tahun yang lalu di McDonald Pondok Indah. Saat itu saya terhitung baru saja menjadi warga kota Jakarta, dan saya sedang menghabiskan malam bersama 2 orang pria tampan yang merupakan teman baru saya di kota ini. Saat kami bertiga ngobrol ngalor ngidul soal film dan musik, mereka berdua menyebutkan Eternal Sunshine of the Spotless Mind yang saat itu terdengar asing di telinga saya *ah. Dan salah satu pria tersebut langsung nyeletuk, “Hah?! Gue kira semua orang nonton film itu.” well I’m not. Setelahnya saya pun langsung mencari kepingan DVD film ini dan mengalami jatuh cinta instan dengan sosok perempuan aneh bernama Clementine.

Bukan karena keberanian dia menghapus mantan pacar dari pikiran dengan gagah berani (walaupun saya pernah berkhayal pak dokter jenius ini beneran ada), tapi lebih kepada keberanian dia terhadap hal-hal kecil.

Clementine seperti menantang dunia dengan terus mengganti warna rambutnya dari merah ke biru lalu ke ungu dan ke warna apapun yang dia mau, dia jelas-jelas bukan tipe wanita yang mengikuti kemauan dunia. Clementine bukan wanita yang takut dengan benda sadis bernama judgement dari manusia kampret di sekitarnya, dengan santai dia menjalin hubungan dengan pria yang jauuuuuuuuuh lebih muda dan lebih pantas menjadi keponakannya. Saya terkesan dengan kecuekan dia untuk terlihat mabuk di depan pacarnya yang kurang doyan mabuk sambil merutuki pacar sobernya itu sebagai orang paling membosankan di dunia, oh wow I wish I had her courage. Coba tilik gaya dia berpakaian cuek-bodo amat-kenapa lu liat-liat gua yang sungguh menyempurnakan rasa suka saya terhadap perempuan ini.

Claire Colburn

Trust me. Everybody is less mysterious than they think they are.

Penggalan kalimat dari Claire di atas cukup merubah beberapa pendapat saya atas orang lain. Dulu saya berpikir kalau memang ada orang-orang yang terlahir untuk menjadi spesial dan (banyak) yang tidak. Karena kebodohan pemikiran tersebut saya cenderung memandang beberapa manusia lebih “tinggi” daripada saya, dan pemikiran itu sukses membuat saya terlalu mengagungkan beberapa manusia secara berlebihan. Setelah mengetahui konsep di atas, saya merasa mata saya dibuka secara paksa untuk melihat hal-hal yang terlewat. Dan akhirnya terlihat jelas semua manusia itu sama, dan bahwa lebih banyak manusia yang “merasa” spesial dan akhirnya terlihat spesial beneran daripada manusia yang beneran spesial tapi tidak pernah merasa sehingga dia tidak terlihat spesial. Well maaf jika kalimat ini sulit dicerna😀

Pertama kalinya saya menonton Elizabethtown hal pertama yang saya lakukan setelah sampai pada credit title film ini adalah saya langsung mengirim sms kepada salah satu teman perempuan saya, “Gue tahu biar si A jadi doyan juga sama lo, nonton Elizabethtown deh!”. Karena menurut saya cara Claire membuat pria pujaannya untuk jadi doyan sama dia sangat dahsyat.

Claire adalah tipe perempuan super kreatif dan spesial yang terlihat biasa-biasa saja dari penampakan luar. Tapi semakin saya terhanyut pada film ini maka saya pun jadi ngeh kalau Claire adalah tipe perempuan langka dan akan membuat pria manapun yang mendapatkan hatinya merasa amat beruntung.

Ya … salah satunya karena buku panduan perjalanan yang dia buat untuk Drew Baylor, buku super niat yang dibuat Claire berhasil mengantarkan Drew ke chapter kehidupan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. I wish I had Claire in my life, as a man of course. Dari semua dialog dan cara Claire menjalani hari, sangat terlihat kalau dia adalah tipe perempuan “penikmat” kesederhanaan dalam hidup. Claire adalah perempuan spesial yang membuat orang lain merasa spesial. Maafkan saya atas penggunaan kata spesial yang terlalu banyak, but that’s what I feel about her.

Penny Lane

Never take it seriously, you never get hurt. Never get hurt, you can always have fun. And if you ever get lonely, you just go to the record store and visit all your friends.

Karakter Penny Lane konon terinspirasi dari karakter seorang perempuan yang juga berambut pirang kriwil Pennie Lane. Dan untuk catatan, ini bukan Penny Lane yang sama dengan salah satu lagu The Beatles.

Penny Lane adalah sosok perempuan paling drama dan denial yang pernah saya saksikan di layar perak. Menyatakan dirinya sebagai band-aides dan bukan groupies tapi sebenarnya tetap bertingkah layaknya groupies check. Menolong ABG polos bernama William Miller yang mempertaruhkan ibu dan hidupnya untuk menjadi jurnalis musik, padahal pertolongan itu semata-mata karena hidden agenda bernama Russel check. Menyembunyikan nama aslinya kepada siapapun tanpa alasan yang jelas check. Hampir kehilangan nyawa akibat over dosis setelah melihat Russel bersama  istrinya *dogh check. Bertingkah seperti orang paling bahagia di dunia dengan over acting di hadapan semua orang padahal galau luar biasa check. Pura-pura cuek dan nggak peduli dengan Russel dilanjutkan dengan having sex tanpa pemanasan di dalam ruang penyimpanan check.

Tapi di luar semua drama dan sikap denial yang luar biasa menyebalkan itu, Penny Lane adalah karakter perempuan fiktif paling membekas di kepala saya dari semua karakter yang pernah saya tonton (dan ya jangan harap Summer Finn akan masuk dalam list ini).

Sikap riang gembira dan hidup untuk hari ini yang dimiliki Penny Lane akan membuat siapapun lebih menikmati hidup dan tidak terbebani dengan hal-hal tidak penting seperti cicilan rumah, harus nonton Skins dan hutang kartu kredit. Perempuan seperti Penny Lane bukan perempuan yang mengukur hidup dengan materi atau hal-hal fisik yang sebenarnya fiktif belaka, dia adalah pengejar kebahagiaan sejati walaupun harus mencapainya dengan sedemikian banyak drama dan sikap denial.

***

Sepertinya mereka bertiga saja untuk sekarang. Perempuan-perempuan fiktif lainnya akan menyusul apabila saya tidak malas😀

§ 4 Responses to perempuan-perempuan fiktif yang menarik hati (saya)

  • maya says:

    Bravo.. Tasi saya lagi brosing tentang eva braun, trus nyampe kesini.

    Saya suka tulisan ini. Saya nonton 2 film diatas yang tokohnya clementine & penny, kebetulan eternal sunshine film favorite saya. Saya suka tayangan yang berbau-bau sci fiction romance.
    🙂 tulisan ini ada lanjutannya gak ya? mungkin mengulas tokoh fiktif dari film tanah air sendiri.

    • Lala Bohang says:

      wah terima kasih sudah nyasar ke sini maya!🙂
      kamu harus nonton film terakhir Almost Famous … bagus. saya sudah tonton 5x *ha!
      inginnya sih akan berlanjut!

  • saya suka banget sama claire kak lala..gara2 post ini jadi pengen nonton film nya lagiii

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading perempuan-perempuan fiktif yang menarik hati (saya) at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: