surat

May 7, 2010 § Leave a comment

Halo Tuhan,
Saya hanya bisa berkhayal bahwa surga tetap sejuk menyenangkan penuh dengan bidadari dan neraka beratus-ratus kali lipat lebih panas dari Jakarta dengan iblis berbagai rupa berseliweran.

Bulan lalu seorang teman lama saya meninggal dunia, sebelumnya teman saya memang sempat sakit keras dan diopname cukup lama di UGD. Tapi dia berhasil sembuh, pulang, dan melakukan aktivitas seperti biasa. Waktu saya mendengar dia masuk UGD lagi, saya positif kalau dia akan sembuh sehingga saya melewatkan kesempatan untuk menjenguk dia di UGD ketika saya sedang berlibur di kota B. 2 hari kemudian teman saya meninggal, masih sangat muda dengan gaya hidup yang tidak begajulan, (seingat saya) memiliki attitude yang sangat baik dan meninggalkan seorang istri yang setahu saya saat ini sedang sakit karena shock dengan kepergian suaminya.

Setelah mendengar kabar tersebut, saya dan seorang teman melakukan bincang-bincang ringan soal kematian. Maaf  Tuhan, bukan maksud saya untuk mengkategorikan kematian sebagai topik obrolan ringan. Tapi kami terlalu pengecut untuk membahas hal ini dengan serius, jujur kami sangat takut menghadapi kematian.

Teman saya menceritakan tentang almarhum temannya yang (juga) masih muda dan baru saja meninggal dunia. Pria, 35 tahun, karir sedang di puncak, tidak pernah menengak alkohol meninggal dunia (hanya) karena malas makan tepat waktu. Itu saja. Maaf sekali lagi Tuhan, bukannya saya bermaksud sok jago dengan mengatakan lambung dan usus yang diciptakan oleh-Mu tidak perlu ditepati jadwal kegiatannya. Saya mengerti kalau semua yang diciptakan oleh-Mu memiliki sistem dan maintenance yang sebenarnya tidak sulit dipahami dan ditaati. Saya hanya kaget dan sedih karena anak bangsa secemerlang itu harus pulang demikian cepat karena kelalaian dia terhadap lambung dan usus.

Teman saya yang lain pun bercerita kalau teman-teman sebaya di komplek rumahnya sudah banyak yang meninggal dunia, sedangkan orang tua berusia lanjut yang sudah tidak produktif masih sehat wal’afiat dan merasa amat resah karena belum kunjung dipanggil oleh-Mu. Konon katanya manusia yang pulang cepat adalah orang-orang kesayangan-Mu. Sewaktu ayah saya dipanggil pulang di usianya yang masih tergolong muda, saya berpikir bahwa beliau amat beruntung karena termasuk orang-orang kesayangan-Mu. Apakah Tuhan memang sedemikian sayangnya dengan generasi kami atau kami melakukan kesalahan yang tidak kami sadari atau pura-pura tidak kami sadari?

Saya malu banyak bertanya kepada-Mu, seperti yang Engkau tahu saya bukanlah manusia yang rutin menyapa-Mu 5 kali sehari pada waktu yang sudah ditentukan sebelumnya. Saya masih jauh dari-Mu tapi tetap lancang meminta banyak hal dan selalu mempertanyakan apa makna dan tujuan dari kehidupan. Maafkan saya Tuhan, sungguh saya merasa amat kecil dan tidak berarti jika mengingat kematian yang telah kau persiapkan untukku.

Surat ini bukan untuk saya Tuhan. Saat ini seorang teman, dan 2 orang paling penting di hidup saya sedang tidak sehat. Saya takut Tuhan, saya takut mereka akan dipanggil pulang. Maaf bukannya saya kurang ajar. Tapi rasa kehilangan itu luar biasa sakit. Melihat orang yang disayang terbujur seakan cuma tidur nyenyak tapi tidak bernafas sama sekali adalah bayangan yang benar-benar sulit dihilangkan dari pikiran saya.

Waktu saya masih kecil jika ada teman atau keluarga yang sakit saya selalu berdoa agar Engkau mengambil saya terlebih dahulu dan agar teman atau keluarga saya tidak pulang duluan. Betapa naifnya saya seakan-akan giliran pulang sebuah nyawa bisa ditukar seenaknya. Saat ini saya adalah pengecut yang tidak punya keberanian lagi untuk berdoa seperti itu, saya hanya minta Engkau menyayangi mereka dan memberikan yang terbaik untuk semuanya.

Terima kasih Tuhan. Semoga malaikat-Mu sedang mencatat di sampingku.

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading surat at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: