frozen box*

April 28, 2010 § 4 Comments

Seandainya manusia memiliki sebuah frozen box yang dapat menyimpan momentum yang ingin dikenang dan dapat dilihat sewaktu-waktu. Betapa bahagianya.🙂

Kemarin malam saya menyadari bahwa musik, foto dan tulisan tidak akan pernah cukup untuk menyimpan semua rasa dari satu momentum berharga.

*) Efek samping yang muncul setelah menonton Where The Wild Things Are

§ 4 Responses to frozen box*

  • viba says:

    Setuju… Kepingan-kepingan memori sebagai puzzle yang tak akan pernah bisa jadi satu cerita utuh…🙂

  • minidoor says:

    Eh, Lala udah nonton Where The Wild Things Are juga?🙂
    Hmm, bener juga sih. Tulisan, lukisan, foto, dan jutaan lagu yang sudah menjadi soundtrack, sebagai pengiring kenangan/peristiwa dalam hidup kita… Semua itu nggak pernah cukup. Perlu ada ‘frozen box’, yang bisa kita intip sesekali, guna menyadarkan, bahwa hidup dan kenangan manis… semua itu terlalu indah utk dilupakan.😀

    • Lala Bohang says:

      Yep mini! Sayangnya kotak itu gak beneran ada T.T I wish … I wish …
      Tapi karena kesadaran ini akhirnya saya mulai menulis jurnal lagi seperti dulu, setidaknya saya bisa rekam detailnya dalam tulisan😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading frozen box* at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: