berbeda : berlainan;tidak sama

April 19, 2010 § Leave a comment

Daya tangkap saya kadang-kadang menjadi sangat lamban di salah satu mata pelajaran kehidupan yang seharusnya paling saya kuasai : diri saya sendiri.

1,5 bulan terakhir saya menyerap banyak sekali pandangan hidup, pendapat atas mimpi, dan apa yang benar apa yang salah.

Pikiran dan hati saya ibarat kapal yang sedang berlayar di laut lepas sambil dihantam badai super dahsyat minus perampok brewok yang berbau masam.

Pada satu waktu saya merasa, yang paling benar adalah pindah ke daerah nun jauh dari Jakarta untuk membuat ‘mesin uang’ dengan memanfaatkan kebudayaan masyarakat dan skill yang dimiliki. Pada waktu yang lain saya merasa, bekerja untuk orang lain berapapun gaji yang diterima adalah suatu sistem pembunuh impian yang pelan tapi pasti. Pada waktu yang lain lagi saya merasa, satu-satunya jalan untuk mencapai posisi tertentu adalah dengan investasi 10,000 jam tanpa henti. Pada waktu yang lain lagi saya merasa, menjadi idealis, agak kere, dan bekerja untuk diri sendiri adalah jalan satu-satunya untuk menjadi diri yang saya mau.

Malam ini setelah melakukan satu obrolan panjang ditemani semangkuk bubur Cikini, saya menekan tombol PAUSE. Berpikir. Dan ternyata merenung dalam hati dan pikiran netral seperti ini membawa beberapa titik terang di dalam diri saya. Rasa EGOIS dan NAIF pelan-pelan memudar pergi bersama CO2 yang saya hembuskan keluar.

Saya adalah SAYA, yang menghabiskan 24 jam sehari 7 hari seminggu bersama diri saya sendiri. Saya bukanlah dia, yang memang tahu kalau kapasitas seorang dia adalah membuat ‘mesin uang’ di satu daerah nun jauh di sana. Saya bukanlah kamu, yang memang mampu mempertahankan idealisme sepanjang masih diberi nafas oleh Tuhan dan bisa hidup dengan cara ‘apapun’. Saya bukanlah kalian, yang memang terlalu ‘pandai’ untuk bekerja dengan orang lain yang selalu kurang pandai jika dibandingkan dengan kalian.

Saya adalah S A Y A
Dengan mimpi, langkah dan sistem saya sendiri. Mungkin disetujui oleh kamu, tapi ditolak mentah-mentah oleh dia, bahkan ditertawakan oleh kalian.

Saya mungkin tidak bisa menjadi seorang idealis. Saya mungkin tidak bisa menjadi seseorang yang mengorbankan gaya hidup sepenuhnya. Saya mungkin tidak bisa untuk tidak tinggal di kota yang tidak memiliki Pasar Pagi Mangga 2 yang menjual koleksi lace super lengkap. Tapi saya menerima semua sistem dan langkah kalian, lakukanlah hal yang sama untuk saya.

Pada satu titik, saya, kamu, kalian dan mereka akan menyadari kalau kita berpijak tanah dan beratapkan langit yang sama. Tetapi hati dan otak ini berbeda, banyak atau sedikit bukan masalah tapi tidak ada yang sama.

Mulai saat ini telinga dan hati akan tetap terbuka lebar, tapi saya akan berusaha mengingat kalau saya bukanlah dia, kamu atau mereka. Dan saya tahu kalau sampai kapanpun, saya tidak perlu berusaha untuk menjadi sama.

Saya memiliki idealisme sendiri. Mimpi saya sendiri. Sistem saya sendiri untuk mencapainya. Rasa percaya pada hal-hal yang mungkin tidak kamu percaya.

So watch your words ladies!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading berbeda : berlainan;tidak sama at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: