melihat ke bawah itu harus tapi melihat ke atas juga penting (loh!)

April 15, 2010 § 4 Comments

“Pengen deh kayak si Anu, udah cantik, pintar, pacarnya ganteng, tajir lagi!”
“Ehhhh … jangan ngeliat ke atas terus ntar leher lo pegel!”

Konon kata orang tua, kita itu harus banyak bersyukur dan jangan ngoyo. Kalau sama Tuhan dikasihnya A kita harus bersyukur sama A, kalau dikasihnya B harus bersyukur sama B.

Dikasih cantik tapi rada bloon … Alhamdulillah
Dikasih pintar tapi (maaf) wajah agak kurang … Alhamdulillah
Dikasih duit banyak tapi jomblo akut … Alhamdulillah *tampak mustahil sih
Dikasih bakat tapi kantong kembang kepis … Alhamdulillah

Singkat kata, baik buruk, lebih kurang yang ada di raga ini, disyukuri saja. Masih untung punya tubuh lengkap dan berfungsi dengan baik, masih untung dikasih otak buat berpikir dsb…dll…dst.

Tapi kalau menurut teman saya yang lain, melihat ke bawah itu jadi bikin kita “malas”, karena akan selalu merasa masih ada orang-orang yang tidak beruntung kalau dibandingkan dengan kita. Mending melihat ke atas, lihat orang-orang muda yang sukses, punya achievements, cantik-cantik, ganteng-ganteng (maaf OOT) dsb dst dll.

Saya pun sempat bingung dengan konsep atas atau bawah ini. Kalau melihat ke atas atau ke bawah dalam waktu yang lama dijamin leher akan pegal luar biasa, karena tulang leher ini tegak lurus bukan? Sempat ada masa di mana saya sering melihat ke atas, dan terpukau akan kilau yang ada di sana. Kebahagiaan, kemapanan, kesuksesan dan pencapaian. Terbersit iri di dalam hati kenapa saya nggak bisa begitu, begini, begono yang akhirnya bikin saya pusing sendiri dengan jawaban-jawaban yang saya terima.

“Kok lo bisa jago gambar sih?” tanya saya kepada salah satu ilustrator handal. “Karena gue gambar setiap hari.” jawab ilustrator handal itu dengan bersemangat.
Itu sih saya juga tau hehe …
“Kok di usia muda dia bisa punya usaha ini dan itu ya?” tanya saya kepada salah satu raja pergaulan kota Bandung. “Karena dia dapat warisan pom bensin.” jawab teman saya cuek.
oh …

Orang-orang yang kebetulan membuat saya mendongak ke atas itu ada yang mencapai posisinya dengan mudah (seperti kasus pom bensin tadi) tapi ada juga yang melewati proses amat panjanggggggggggg (teman saya menggambar setiap hari selama 10 tahun!).

Dan seperti kata salah satu sahabat saya,

Kalau nama Kakek gue jadi nama jalan utama di Bogor seperti temen gue, mungkin gue cuma perlu usaha 1 untuk mencapai 20. Tapi karena Kakek gue semasa hidupnya cuma jadi ketua RT di komplek, gue harus usaha 15 untuk mencapai 20.

Masuk akal sekali🙂

Atas dan bawah cuma soal lokasi, siapapun bisa naik dan turun tergantung dari dirinya sendiri. Kalau cuma sibuk melihat ke atas tanpa berusaha untuk menaiki tangga, sampai Oprah jadi sekurus Alexa Chung pun tidak akan terjadi apa-apa. Kalau cuma melihat ke bawah terus akibatnya nggak akan “sadar” dengan keberadaan hal-hal besar dalam hidup yang menunggu untuk dicapai. Kalau soal usaha 1-10 untuk mencapai 20, itu soal nasib dan rezeki masing-masing orang dari Tuhan tidak usah protes dan iri, semua punya jatah dan “modal” masing-masing.

Melihat ke bawah perlu untuk membuat kita bersyukur. Tapi melihat ke atas juga penting untuk membuat kita berani bermimpi.

§ 4 Responses to melihat ke bawah itu harus tapi melihat ke atas juga penting (loh!)

  • nyaahahahaha LOVE this, tulisan lu sering pas banget deh dengan yg lagi kbeneran gwa pikirin😀
    *sambil kram leher karena kebanyakan nengok atas bawah dan bingung mending nengok kmanah
    sbage orang berbadan pendek gwa seringan dongak keatas apalagi temen2 kntr gwa tinggi2 smuah T_T …
    trimakasih buat mengingatkan untuk selalu semangat mencapai 20 :”)

    • Lala Bohang says:

      nah klo pemikiran kita udah sama itu udah bahaya dan itu menandakan kamu harus datang ke pembukaan Twisted hari Selasa depan biar kita berjumpa hehe … *sambil merenggangkan leher
      semoga cepat sampai ke 20 ya!😀

  • nik.e says:

    namanya seimbang dalam ‘melihat’ ya🙂
    btw, kalimat kedua terakhir sepertinya perlu direvisi tuh😉
    keep writing, La..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading melihat ke bawah itu harus tapi melihat ke atas juga penting (loh!) at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: