ada apa dengan hitam?

March 27, 2010 § 2 Comments

Apakah ada kematian masal yang tidak saya ketahui?
Atau warna lain memang sudah pensiun dini?

Entahlah …
Yang jelas saya rindu dengan putih, merah dan bahkan kuning yang dulu saya benci
Hitam hampir membuat saya mati bosan. Seakan hitam adalah satu-satunya yang dapat menyelamatkan
Hitam memang indah, tapi jika tenggelam di dalamnya maka yang ada hanya kegelapan

Kelam,
Dalam hitam

Halo apa kabar?
Bagaimana hari Sabtu anda? Dan apakah rencana anda besok? Apakah akan jadi hari Minggu yang sesak dengan janji berjumpa si A atau si B? Mungkin dimulai dengan makan siang di mall terdekat atau mungkin ngopi-ngopi lucu bersama teman-teman wanita yang diakhiri dengan olahraga hingga tewas (untuk membakar si makan siang dan kopi) di pusat kebugaran terdekat? You decide.

Hari Minggu saya akan dimulai dengan lari pagi (doakan agar saya berhasil bangun pagi), dilanjutkan dengan mandi air dingin selama mungkin, membereskan kamar dan menemani pacar ke tukang frame.

Di luar semua kegiatan maha asyik itu, saya sudah memiliki agenda yang WAJIB saya lakukan besok. Saya ingin memisahkan hitam dari lemari pakaian dan meletakkan mereka ke area “sulit dijangkau”. Saya terlalu akrab dengannya, kemanapun saya pergi selalu bersamanya. Ngantor (yang sudah berhenti saya lakukan 3 minggu yang lalu and I’m super happy :)), berjumpa dengan pacar, berjumpa dengan teman, ke pernikahan teman dekat atau teman say “Hi” doang, meeting dengan teman, meeting dengan klien, berenang di Citoz dst … dll … dsb.

Saya ingin menyapa putih, merah, kuning (semoga tidak ada), orange, hijau, krem, pink, coklat, dan … sudahkah saya menyebutkan putih?

Masalahnya adalah,
Setelah melakukan “lirikan” singkat ke dalam lemari pakaian saya sore ini, hitam memang ada dimana-mana. Yang akan terjadi setelah saya memisahkan hitam adalah, saya akan terkesan seperti perempuan malang yang kekurangan pakaian karena akan memakai pakaian yang sama ke 3 acara dalam 1 bulan dengan crowd yang sama pula *shit. Tapi saya sudah memantapkan hati, karena hitam sudah berada di rambut saya selama 25 tahun, saya harus lebih “berani” untuk menempelkan warna lain di tubuh saya, yang mungkin sudah mati bosan duluan akan hitam tanpa pemberitahuan lebih dahulu.

Misi mulia ini mungkin terdengar dangkal dan kurang fashionable untuk beberapa edgy people. Hitam dan abu-abu (baca : 50% hitam) adalah the new TRENDY buat mereka. Coba saja … kemanapun kakimu melangkah maka lautan hitam akan menyambut, well bukan salah mereka juga karena hitam terbukti ampuh menyembunyikan beberapa lipatan lemak di perut dan mampu menghadirkan tipuan visual yang membuat kaki lebih panjang sekitar 10 cm jika kamu mengenakan tights hitam (coba bandingkan dengan tights putih).

3 hari lalu saya ke sebuah acara launching (another-franchise) fashion magazine yang kebetulan tidak menetapkan dress code. Tapi sungguh! Pemandangan yang tersaji adalah hitam merupakan dress code malam itu. Nyonya A dan dress hitamnya, Nona B dengan baju kebuka sana-sini hitamnya, bahkan Si Anu dengan blus, celana hitam dan celak super tebal hitamnya. Saya sendiri (yang sampai saat ini mungkin masih tergolong hanya sebagai si Anu) mengenakan kemeja putih dan celana hitam *lirik kiri kanan lalu menunduk kelu.

Maafkan saya atas postingan tidak penting ini serta kelancangan untuk menyatakan bosan atas hitam, saya cuma ingin sekedar mengingatkan bahwa selain hitam ada 11 warna pokok lain di dunia ini. Bahkan Pentel Oil Pastels punya gradasi warna sampai 48 buah.🙂

§ 2 Responses to ada apa dengan hitam?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading ada apa dengan hitam? at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: