Kepada Yth. Tuan dan Nyonya Komentator di tempat

March 17, 2010 § 5 Comments

Selamat malam,

Bersama ini saya ingin menyatakan keberatan dan tanggapan saya atas beberapa hal yang telah saudara/i sampaikan kepada saya dalam kurun waktu yang bisa saya ingat dan kebetulan membekas di kepala saya sampai detik ini, untuk diklarifikasi oleh saudara/i terhormat. Dan beberapa hal itu adalah sebagai berikut :

  • “Buruan nikah lo, ntar kita-kita keburu punya anak.”
    Tanggapan versi sabar :
    Jika memang tolak ukur pernikahan saya adalah ketika kalian (teman?) sudah beranak pinak 1 sampai dengan tak terhingga. Maka saya akan memilih untuk mendoakan kalian diberikan anak sebanyak-banyaknya oleh Tuhan Yang Maha Esa dan sekaligus dibukakan otak kalian yang tampek mapet itu agar menyadari bahwa pernikahan itu bukan berdasarkan jumlah teman(?) yang sudah menikah, atau beranak pinak bahkan bercucu. Pernikahan itu adalah urusan 2 orang manusia bukan 3 atau lebih TITIK. Semoga kamu mengerti arti angka “2”.
    Tanggapan spontan:
    F*** you bitch!

… (silent) …

Maafkan pernyataan saya di atas yang menyebutkan “beberapa hal”, tapi (ternyata)  saya bukan tipe orang yang hobi mengingat-ngingat hal buruk dari seseorang (padahal saya sudah berusaha keras). Tapi sungguh pertanyaan anda tersebut membuat saya agak meragukan pertemanan kita, serta membuat saya agak malas datang ke resepsi pernikahan anda, harap maklum. Tapi tentu saja saya akan tetap mendoakan agar anda mendapatkan keluarga yang sakinah mawaddah warohmah (semoga ejaan saya benar).

Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
Best regards,

Your friend (?)

§ 5 Responses to Kepada Yth. Tuan dan Nyonya Komentator di tempat

  • cha says:

    hai lala.
    ooooh,, kenapa komentator-komentator tak berperasaan seeprti itu banyak beredar di dunia ini ya…

  • Lala Bohang says:

    Mereka berperasaan kok, cuma kapasitas otaknya mungkin agak kurang🙂

  • lenny says:

    Lam kenal mba lala…

    benar2 sesuai dengan yg terjadi pada diri saya.
    Love your statement.

  • Tyka says:

    Diantara teman2 saya dan teman2 suami, kami menikah pertama.
    well bisa dibilang begitu.
    Tapi kayaknya ‘telat’ punya anak, karena sampe 3 tahun usia pernikahan blm punya anak sementara teman2 yang lain yg menikah sesudah kami….? gak lama setelah nikah langsung langsung hamil… uhuk..

    Did I said : “Buruan nikah!” to them when I got married first?
    NO ofkors not. I’m too polite dan bisa ber-empati dan bisa jaga mulut to say those words.

    Tapi ada beberapa teman (yg nikah sesudah saya), pasca melahirkan anak pertama mereka, bisa dgn santai berkata/bertanya : “Kapan nih punya anak?”

    Well then I began to be not-that-polite-anymore my giving such reply as : “Kalo ditanya kapan punya anak, aku ya gak tau. tapi kalo ditanya KAPAN BIKIN anak, nah itu aku tau, hahahaha…”

    there. i said it. *maap jadinya curhat*:mrgreen:

  • […] ini adalah komentar saya di postingannya Lala Bohang […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Kepada Yth. Tuan dan Nyonya Komentator di tempat at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: