Penyakit berbahaya bernama bosan

March 16, 2010 § 3 Comments

Teringat masa SMP saya, 10 tahun yang lalu (Oh my, 10 years already passed) dimana setiap hari adalah hari super menarik. Bangun pagi, mandi pagi, berangkat ke sekolah, mencontek PR Matematika sang juara kelas, tertawa riang bersama sahabat, istirahat makan siang bersama nasi kuning atau bakso, kembali ke kelas, mengantuk di jam Fisika, menertawakan guru Akutansi yang doyan memakai eye liner super tebal, melewati pelajaran Bahasa Inggris dengan sukacita, lalu pulang sekolah, menunggu jemputan (yang biasanya terlambat), singgah ke restoran chinese food bersama almarhum Ayah, sampai di rumah, ganti baju, menonton MTV sampai siang, les ini ina itu di sore hari, latihan menari (yes I was a modern dancer :)), pulang ke rumah dengan bau keringat, mandi, mengerjakan PR-PR sialan itu, telpon-telponan dengan sahabat selama 1-2 jam, bersih-bersih, dan ditutup dengan mendengarkan Baby Can I Hold You Tonight dari Boyzone sampai jatuh tertidur.

And I was super duper happy, every single day. Never feel bored.

Dan 10 tahun kemudian, di sinilah saya duduk di depan netbook mini putih, IM2 yang kemampuan on linenya cukup membuat saya darah tinggi but it’s all I got, dikelilingi oleh tumpukan DVD dan 1 kotak DVD yang selalu saya tonton berulang-ulang, 2 buah blog, 1 pekerjaan membuat header on line shop yang masih tahap sketsa pertama, 2 lemari pakaian, poster Monica Belucci, perut kekenyangan ayam penyet, HP dengan ratusan nomor, interview pekerjaan baru Senin besok pukul 15.30, twitter yang selalu berkicau dan sibuk memberikan berita 24 jam sehari, dan jangan dilupakan Facebook account dengan 1,000 sekian teman (baca: teman kantor yang tidak akrab, teman kuliah yang tidak pernah saling sapa, teman sekolah yang tidak pernah reunian lagi, teman kantor lama, kolega dari teman lama, 2nd degree friend dari teman lama yang berjumpa tidak sengaja di sebuah acara and so on).

And bored is my new BFF.

Compare to my high school life. Sekarang saya memiliki lebih banyak “benda mati” yang seharusnya bisa memberikan kesenangan dan mencegah kebosanan untuk datang dalam hari-hari saya. Tapi ternyata masa SMP yang polos dan tidak penuh dengan keinginan/kemauan/ambisi/kebanyakan mimpi adalah kehidupan yang paling bisa menjauhkan rasa bosan dari hidup (saya atau kamu).

Kebosanan ini … berbahaya.
Bisa membuat seseorang tiba-tiba resign dari pekerjaannya. Bisa membuat seseorang tiba-tiba ingin mengganti teman-temannya. Bisa membuat seseorang memangkas habis rambut panjangnya dan menyesalinya 2 bulan kemudian. Bisa membuat seseorang tidak berhenti mengunyah makanan berlemak tinggi dan tentu saja mengakibatkan sesal luar biasa dahsyat 1 bulan kemudian. Bisa membuat seseorang tiba-tiba mempertanyakan kadar cintanya terhadap orang yang sangat dia cintai. Bisa membuat seseorang kembali menonton serial Sex & The Ciy dari season 1 sampai habis. Bisa membuat seseorang merasa kepalanya ingin pecah ketika pergi ke tempat-tempat ramai dan penuh manusia. Bisa membuat seseorang merasa malas untuk berbasa-basi dengan orang yang baru dikenalnya. Bisa membuat seseorang merasa segala usahanya untuk menjadi sesuatu adalah sia-sia.

Bukan … seseorang itu bukanlah saya. Walaupun saya memang baru saya kembali menonton serial Sex & The City dari season 1 sampai habis.

Dari manakah rasa bosan ini datang kawan?
Apakah ada yang bisa memberi tahu?

Rasa bosan ini merongrong dan menggerogoti kebahagiaan yang seharusnya bisa saya rasakan. Rasa bosan ini membuat saya tidak bisa menikmati “present moment” yang dipenuhi hal-hal indah yang patut disyukuri. Rasa bosan ini membuat saya ingin terus bergerak bahkan berlari tanpa tujuan yang tidak pasti.

Saya mencoba menhentikan penyakit akut ini hari ini, bosan tidak akan pernah berhasil memakan habis saya. Karena penyakit akut ini muncul karena diri saya sendiri. Ibarat orang mengidap penyakit jantung karena dia jarang olahraga dan sering makan jeroan. Maka penyakit bosan ini datang karena saya jarang bersyukur dan memiliki terlalu banyak keinginan yang kadang membuat kepala kecil ini ingin pecah.

Kawan, saya tahu kamupun merasa luar biasa bosan di luar sana. Entah karena alasan apa, tapi kita semua memiliki alasan kita sendiri. Mari kita menyembuhkan diri sendiri mulai hari ini, untuk satu alasan bernama bahagia.

§ 3 Responses to Penyakit berbahaya bernama bosan

  • wempy says:

    I love this one, so true.

  • vinny says:

    Wow! I’m the one who rewatch sex and the city.
    Hmm. Kayaknya emang sedang mengalami gejala kebosanan sih.🙂
    Nice blog!

  • A says:

    Teori klise bahwa manusia adalah makhluk kompleks yang tidak tahan pada pengulangan sehingga hal yang wajar untuk merasa bosan. orang sering meremehkan rasa bosan karena hal tersebut dianggap wajar.masalahnya, di dunia ini ada orang2 yang mengidap kebosanan yang melampau kematian. hidup hanya menghindar dari kepunahan. aku selalu bertanya kapan aku mulai merasa bosan?apa sumbernya ketika apa yang aku punya sebenarnya sudah cukup? bukan juga berasal dari hubungan keluarga atau punya trauma tertentu. jadi, kenapa aku bisa merasa bosan???Dan pertanyaan ini mengikuti setiap pemikiranku, ucapanku, gerak-gerikku, kehidupanku. Dan setelah mencari semua celah jawaban, filsafat, teori-teori, pengalaman, perdebatan panjang dan tidak peduli bagaimana aku membolak-balikkan fakta maupun ilusi, menyorot ulang, melihat ke depan, jawaban yang kutemui tetap sama. Sejak pertanyaan itu muncul, aku tahu dari awal apa jawabannya. Dan hal itu tidak akan berubah apapun caranya. Yang aku cari hanya kepastian bahwa aku memang cuma merasa bosan. Maaf. Cuma itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Penyakit berbahaya bernama bosan at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: