Hello 25

March 8, 2010 § Leave a comment

25 years living my life, I keep thinking “What I really want in life?”

(bodoh)

Karena ¼ abad bukanlah usia yang terbilang “muda” untuk (masih) mempertanyakan apa yang diinginkan dalam hidup. Masa hidup yang cenderung singkat ini sebenarnya tidak punya jatah waktu banyak mempertanyakan “keinginan” (face it … our generation start dying on 30s. Sad)

As soon as I realize we don’t have many time as our grandparents had.

Saya pun mulai berpikir dengan penuh logika dan semoga cukup cerdas untuk ukuran otak yang tidak terlalu besar ini.  Bahwa saya (berusaha) tidak terlalu fokus pada “keinginan” tapi mulai memilih apa yang “penting” diperjuangkan dalam hidup (yang singkat) ini. And turns out, it’s a lot of harder than I thought.

Sedikit flashback tidak berguna, di usia 24 saya sudah mulai sadar passion, dan mengerti kalau kecintaan saya mencorat-coret sejak balita memang bukan cuma basa-basi semata. Terbukti di usia 24 saya pun kembali pada kegiatan mencorat-coret dalam level yang lebih serius dan menenggelamkan diri saya ke dunia itu (tanpa maksud lari dari kenyataan).

Saya sempat mengira kalau menjadi seorang illustrator handal dan kalau bisa (sangat.amat.sangat) komersil adalah ambisi dadakan yang harus segera saya capai.

Waktu berjalan, saya terus menggambar dan berhasil masuk ke posisi illustrator amatiran kere yang setidaknya masih lebih baik daripada saya berusia 22 tahun dan sering diliputi kesedihan tanpa sebab *malu. Saya merasa semakin dekat pada “keinginan” tapi merasa jauh dari hal-hal “penting” yang saat itu wujudnya tidak terlihat.

Lambat laun terungkap bahwa “keinginan” adalah materi, “nama”, followers di twitter (pardon it’s a joke, I don’t mean it), atau apapun itu yang bisa dicapai dengan sedikit usaha fisik dan banyak mentalitas baja.
”Penting” adalah … sulit diartikan … kecuali ketika hal itu terjadi hati ini terasa lumer dan hangat atau kerap disebut bahagia dan untuk setiap orang pasti berbeda.

Hari ini saya (memaksa) untuk mengeluarkan daftar awal dari hal “penting” dalam hidup, yaitu : melakukan hal yang saya sukai di lingkungan yang saya sukai (juga) dari jam  8 pagi – 5 sore (I know it’s too much too ask, but  a girl can dream :)), menghabiskan waktu senggang dengan menonton film/DVD kesukaan saya, berjumpa dengan teman-teman yang memang ingin saya jumpai begitu juga dengan sebaliknya, melakukan hal-hal di luar “pekerjaan” yang bisa membuat saya mengeluarkan ide dari kepala kusut ini, mengetahui bahwa Mama, Opa, Oma, ketiga adik saya dan seluruh keluarga saya dalam keadaan sehat dan tidak sedang bersusah hati  dan … masih ada 20 hal “penting” lain yang cukup saya tulis di jurnal pribadi.

Untuk saat ini, hal-hal di atas adalah yang  “penting”. Entah apa yang akan terjadi pada angka 26.

Dan tanpa sadar hal “penting” itulah yang menuntun saya, kamu, dan mereka menuju “keinginan” . And you’ll get them before you know it. Isn’t it super great?

I hope you’ll get a super 25 years old. I know you will🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Hello 25 at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: