orang terdekat = (kadang) paling ditakuti

January 19, 2010 § 9 Comments

Apa kehidupan on line pertama yang kamu miliki?

mirc
yahoomail
friendster
yahoo messenger

?

Saya melalui semua fase itu hingga pada suatu masa saya menemukan kehidupan on line bernama multiply dimana saya memberanikan diri untuk menulis cerita saya secara on line.

Singkat cerita,
Tempat kehidupan on line itu pun menjadi ramai, dengan teman-teman dan juga calon teman-teman. Menulis dan saling memberikan komentar adalah salah satu rutinitas hari yang lumayan memabukkan dan menolong budak rutinitas (salah satunya saya) untuk melewati detik-detik membosankan di meja kantor.

Awalnya saya menuliskan apapun (baca : APAPUN) di rumah lama saya. Cerita tentang rasa senang dan bahagia, saat kecewa atau sedih, you name it. Intinya saya murah sekali dalam bercerita. Rasanya senang sekaligus lumayan meringankan kesusahan (sok susah lo!) yang sedang dialami saat melihat komentar-komentar yang datang dari teman-teman sekalian.

Tapi seiring berjalannya waktu, tanpa sadar saya berubah, dan teman-teman saya pun berubah.

Kadang ada rasa ‘asing’ akan mereka, dan kadang ada rasa luar biasa ‘dekat’. Entah kenapa, keinginan untuk selalu bercerita apapun itu lama-lama pudar. Sampai sekarang saya masih bingung, apakah itu murni karena usia yang semakin menua berefek samping sifat introvert ataukah memang lama-lama, menerima komentar atas sebuah cerita kadang memberi ‘tekanan’ yang tidak diperlukan? Saya tidak tahu.

Setuju/Tidak setuju
Suka/Tidak suka
Membuat kurang nyaman

Saya pun sampai pada masa –cuti menulis– di rumah multiply saya, yang otomatis mengakibatkan saya berhenti dari segala kegiatan menulis (yang amat saya sayangkan sampai sekarang) karena saya terlalu malas untuk memulai wadah lain. Karena saya takut menerima ‘komentar’ dari orang-orang yang saya kenal ‘betul’ di dunia nyata. Karena saya kenal mereka, dan mereka kenal saya, rasanya komentar itu terasa terlalu ‘nyata’ kadang otomatis terasa judgemental. Dan entah kenapa, untuk saya itu agak ngeri.

Sampailah saat tangan saya gatal sekali untuk menulis, saya pun memutuskan membuat rumah baru di sini. Menulis tanpa pembaca (awalnya). Begitu menyenangkan ternyata, saya menuliskan apapun tanpa ada rasa sungkan terhadap siapapun. Tidak ada rasa takut “seseorang tersinggung” atau “ada yang kesepet” padahal saat menuliskan itu memang tidak ada maksud sama sekali, murni keinginan menulis apa yang ada di pikiran dan hati.

Sampai detik ini, saya merasa sangat nyaman menulis di sini. Saya menulis apapun itu, bebas sepanjang apapun tanpa takut ada komentar “panjang banget, nanti aja bacanya ah …” yang akan membuat saya sedikit ‘jiper’🙂 (maklum saya piscesian sejati)

Kadang-kadang orang terdekat memang bisa menjadi orang paling menakutkan.
Karena mereka tahu, dan mereka kenal.

Well …
I love being here. I love the silence.
And thank you so much for my silent readers🙂

§ 9 Responses to orang terdekat = (kadang) paling ditakuti

  • istrinyabayu says:

    Keep writing. I love how you spill out the words.
    *your silent reader*

  • Lala Bohang says:

    Thank you. You made my ‘early morning’🙂

  • minidoor says:

    Hey, Lala…
    baru tahu blog ini kemarin, setelah main ke blognya mbak Okke.
    awalnya, tahu blog “cracking stupid things”, trus baru ke blog ini.
    suka dua-duanya, dan juga menyenangkan baca-baca disini.. Hmm, apa yah, bahasanya simple, nggak ribet, dan jujur dari hati… hehe…

    menulis di blog, tanpa perlu memikirkan komentar orang-orang tentang kita maupun tulisan kita, adalah perasaan yang luar biasa tenang dan lega🙂

    eniwei, gw sudah follow twitternya🙂
    salam kenal yah, Lala.. ternyata, temen Haqi juga ya🙂

    -mini-

  • Lala Bohang says:

    Halo Mini

    Wahhh terima kasihhhhh🙂
    Soalnya sayang klo gambar sama nulis digabung soalnya sama2 “panas” kedua-duanya hihi …

    Gue sih lebih ke khawatir dengan komentar org2 yang beneran kenal sama gue, klo gak kenal kayaknya lebih santai aja menerimanya (apapun itu) :p ya gak sih?

    Iya tulisan Haqi bagusss

    Salam kenal, saya berkunjung balik

  • minidoor says:

    Iya, lebih baik emang dipisah aja, gambar dan tulisan, biar esensi dari keduanya nggak hilang, heheh…

    pengen deh bisa jago gambar seperti itu🙂

    tulisan Haqi emang bagus, saya juga langganan main ke blognya, dan blm juga kopdar sama dia, soalnya dia di jkt, sayanya di jogja🙂

    Eniwei, makasih La, udah berkunjung balik ke rumah saya🙂

  • reader says:

    i always love your writing..
    it’s so “real”..

  • Lala Bohang says:

    because they’re are real🙂

  • Tan says:

    Setuju la..🙂 kangen nulisssssssss..

  • Lala Bohang says:

    Kalo kangen menulislahhhhh tanty🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading orang terdekat = (kadang) paling ditakuti at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: