2009 siap mendarat di bandara terakhir

December 27, 2009 § Leave a comment

dengan mulusnya … (amin)

IT’S OFFICIAL. HARD WORK WORKS

2009 saya penuh dengan pelajaran, dan penyadaran akan arti kerja keras. Bahwa semua yang kita inginkan tidak akan pernah terwujud apabila kita tidak rela untuk kerja keras dan ‘mengorbankan’ beberapa hal menyenangkan dari kehidupan kita.

Kurang tidur
Waktu refreshing
Jatah nonton DVD
dst … dst … (dan itu pun baru sebagian kecil dari hal-hal yang harus di’ikhlaskan’)

Saya pun berterima kasih atas kesadaran ini.

Saya menjadi lebih menerima … kalau tidak semua manusia adalah seorang lucky bastard yang bisa dalam sekejap mata membuka restoran franchise dari negara Paman Sam di jalan protokol ibukota atau ujug-ujug me-launch clothing line ‘kekinian’ dengan warna-warna monochrome hanya dengan menjetikkan jari.

Saya terlahir dari keluarga biasa saja. Bukan pewaris pompa bensin atau cucu dari seorang kakek yang namanya dijadikan nama jalan utama di Bogor.

Saya sadar dan yakin, dengan kerja keras maka tidak ada yang tidak mungkin. Impossible means I’m possible (in everything)

Bukannya meng-claim diri saya adalah seorang pekerja keras yang patut mendulang sukses, tapi jika dibandingkan dengan diri saya 1,5 tahun yang lalu saya adalah manusia pemimpi-yang malas usaha-tapi sebal tidak punya achievement-punya banyak minat-tapi tidak mau investasi tenaga dan waktu untuk mewujudkan, maka bisa dibilang tahun ini adalah titik balik saya. Dari saya yang dulu ‘pecundang’ menjadi saya yang sekarang lebih sadar diri dan mau mulai ‘usaha’.

IT’S OFFICIAL. GOOD LOVE WON’T CHANGE YOU

Pria ini datang. Membuat saya berpikir banyak. Dan membiarkan saya tetap menjadi diri saya sendiri. Walaupun saya jadi keseringan makan bebek Ginyo (yang enak itu) ataupun ‘belajar’ jalan pagi di Kebun binatang Ragunan (saya ini pecandu lari sebenarnya, tapi ankle yang lemah ini sudah tidak memungkinkan lagi) saya tahu sekali kalau yang saya rasakan ini adalah rasa bahagia yang sesungguhnya. Finally🙂

Tidak ada pembatasan atas aktualisasi diri. Tidak ada hambatan untuk berkawan dengan siapapun, baik yang memiliki jenis kelamin sama ataupun berbeda. Tidak ada kata-kata kasar ataupun perdebatan tidak perlu yang lambat laun mengikis rasa.

Semua seperti ada di posnya masing-masing, begitu pas dan begitu menyenangkan. Tapi saya pun berusaha berpikir bijak, tanpa semua ‘masa lalu’ yang sudah dilewati itu, saya tidak akan sampai di posisi ini dimana rasa luar biasa di antara dua anak manusia ternyata tidak ‘menyiksa’ sama sekali.

Terima kasih banyak, sudah membiarkan saya tetap menjadi saya.

IT’S OFFICIAL. CONSISTENCY KILLS EVERYTHING

At the end of 2008 I draw for my self. Now, I draw and get money from it. I even think about do my resignation from my corporate world next year, hopefully (today, it’s my dream. next year … who knows?). Nuff said …

IT’S OFFICIAL. FRIENDS COME & GO. FAMILY STAYS

Dunia pertemanan saya memiliki grafik naik turun seperti nilai bursa saham. Kadang grafiknya tinggi menjulang ke atas, di saat saya dan kawan-kawan ini begitu seringnya berbagi cerita, bertemu wajah, dan tertawa bersama seakan tidak ada hari esok. Saat-saat itu amat sangat membekas dalam ingatan, dan membuat hari-hari bekerja yang membosankan menjadi sedikit berwarna.

Saat grafiknya turun, semua menghilang ditelan kesibukan duniawi masing-masing. Dan ini alami, memang wajib terjadi. Dan akan ada satu titik dimana semuanya sadar “Kemanakah mereka?” rasa kangen menggila, tapi tidak ada kekosongan waktu yang pas untuk semuanya. Tanpa disadari satu persatu ditelan gelombang kesibukan yang tiada habisnya. Facebook, Twitter, dan SMS pun menjadi jembatan yang paling bisa diandalkan.

Tak sabar grafik tinggi itu terulang lagi.

Tahun lalu saya sudah sadar. Keluarga adalah manusia-manusia No.1, VVIP, dan prioritas. Tahun ini saya makin ‘sadar keluarga’, dan baru menyadari sedih sekali rasanya tinggal jauh dari mereka … 10 tahun saya bertemu dalam jangka waktu lama hanya di hari Lebaran. Dan saya agak frustasi dengan kenyataan kalau Opa dan Oma yang saya sangat sayangi sudah menua, dan saya pun belum sempat membalas kebaikan hati mereka yang membesarkan saya semasa kecil dulu. Ibu saya tinggal sendirian tampak tidak ingin menikah lagi… dan saya pun tidak berdaya melihat dia kesepian seperti itu.

Saya ingin tinggal bersama dengan mereka semua, dan berbagi cinta setiap hari. Seandainya itu mungkin …

IT’S OFFICIAL. EVERYTHING IS OFFICIALLY SAID

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading 2009 siap mendarat di bandara terakhir at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: