first time addict (read : first timer)

June 21, 2009 § Leave a comment

Sepertinya jangan sampai disebarluaskan dan tumbuh subur di seantero muka bumi kita tercinta.

Karena saya sudah tahu bagaimana rasanya menjadi seorang ‘first timer’. Awal mula dan sebab saya menjadi seorang first timer tidak bisa saya ingat, bahkan ketika saya berusaha keras mengingat maka semua hal akan menjadi lebih kabur dari sebelumnya.

Yang saya tahu, saya adalah tipe orang yang selalu terpesona dan girang luar biasa apabila saya berada di situasi serta kondisi yang benar-benar baru dan di luar kebiasaan. Saya selalu senang menghadapi hal-hal baru, karena sensasi ‘bertanya-tanya’ itulah yang saya kejar. Sensasi ketika saya merasa belum ‘mengenal’ baik hal baru yang ada di hadapan saya. Sensasi ini bisa berasal dari berbagai macam hal, bisa berasal dari manusia, kegiatan, atau tempat dan hal-hal tidak terduga lainnya.

Ketika hal itu masih merupakan hal yang ‘asing’ dan totally new, saya akan luar biasa excited dan mencari tahu semua yang ingin saya tahu. Seiring berjalannya waktu … bukannya saya bilang saya ini pembosan loh! Tapi hal baru itu akhirnya menjadi bagian dari rutinitas, dan saya pun kehilangan sensasi ketika hal itu masih berbentuk sebagai hal baru di hidup saya.

Penyakit ini memiliki sisi baik dan ada sisi buruk.

Sisi baiknya … ketika saya merasa saya sudah berada di kehidupan yang terdiri dari 100% rutinitas, saya akan gundah dan ‘gatel’ untuk mencari hal baru yang bisa saya lakukan agar saya memperoleh excitement saya lagi. Syukur alhamdulillah kalau hal tersebut dapat segera ditemukan, kalau nggak … saya biasanya akan pusing sendiri. Tapi tentu saja, saya berusaha keras agar orang lain tidak merasakan atau menyadari kepusingan (nggak penting) saya.

Sisi buruknya … kadang-kadang saya jadi lupa bersyukur atas semua ‘rutinitas’ yang saya punya. Biasanya untuk mengingatkan, saya akan menuliskan rutinitas yang saya miliki dan mengucapkan alhamdulillah untuk semuanya. Well, mandi air hangat setiap pagi adalah contoh rutinitas yang saya syukuri sekali. Rutinitas ini adalah hal-hal yang membentuk saya sebagai manusia, sehingga saya harus giat mengingatkan diri saya sendiri bahwa keberadaan mereka memang tidak mampu menimbulkan excitement lagi untuk saya, tapi keberadaan merekalah yang membuat saya terus menjalani hari dan melakukan senyuman rutin saya.

Saat ini … saya (merasa) sedang terkepung rutinitas. Setidaknya di tengah-tengah kepungan tersebut, ada satu hal yang berhasil menenangkan saya, yaitu kenyataan kalau saya selalu bisa pulang ke rumah baru saya yang sangat nyaman.

Mungkin besok saya mau berjalan-jalan sendirian mengelilingi kota, mencari hal-hal yang akan memberikan sensasi ‘first timer’ (lagi) untuk saya. Wish me luck!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading first time addict (read : first timer) at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: