cerita tentang Juni

June 17, 2009 § Leave a comment

Yang katanya adalah bulannya musim panas
Tapi hujan tidak kunjung berhenti menyapa baik siang maupun malam
Juni sudah sampai di tengah tanpa menunggu sedetik pun
Bukannya tidak menghargai waktu, tapi saat ini  memang sedang senang-senangnya mengecap kebahagiaan
Yang sudah lama ditinggalkan dan dilupakan
Ternyata rasanya seperti ini, memabukkan dan menghanyutkan sampai kehilangan kesadaran
Harus cepat-cepat bangun kembali, waspada dan kembali bekerja
Menekuni yang sudah ditekuni, melanjutkan yang sudah dimulai
Juni yang dipenuhi terik panas dan dinginnya hujan adalah Juni yang akan saya rindukan
Karena bulan depan sudah Juli yang akan dilanjutkan oleh Agustus, dan setelahnya akan sangat cepat ke Desember
Sepertinya belum menginginkan 2010 sampai di depan mata, karena banyak yang belum terselesaikan
Juni beraroma manis dan menyegarkan sekaligus penuh dengan tanda tanya dan harapan
Hal-hal baik akan datang kepada pikiran yang baik dan positif serta tidak dipenuhi ragu yang kosong
Sekarang sedang berusaha keras mengusir semua pemikiran aneh dan tidak penting dari bongkahan otak

Juni … janganlah cepat berlalu, karena akan menimbulkan kangen luar biasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading cerita tentang Juni at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: