banyak maunya

June 16, 2009 § Leave a comment

Bukanlah dosa
Tidaklah haram

banyak maunya adalah anugerah

24 tahun saya hidup di dunia entah sudah berapa keinginan yang sempat singgah di kepala lalu terbang begitu saja tanpa izin, dan juga ada beberapa keinginan yang tetap menempel di kepala dan selalu merongrong saya untuk segera diwujudkan. Keinginan-keinginan itu membuat saya tetap hidup dan menjalani hari dengan penuh sukacita (oh well…I admit sometimes not). Tapi setidaknya keinginan itu membuat saya merasa berarti, minimal sampai detik ini.

Dan ternyata semua orang tidak memiliki keinginan ya?
Ada yang menikmati hidupnya berjalan seperti air yang mengalir dari hulu ke hilir. Tanpa ingin sedikit berbelok ke lautan atau sekedar menyapa ikan-ikan piranha di perairan eksotis. Apakah bisa disalahkan? Tentu tidak. Malah mungkin orang-orang yang banyak maunya seperti saya ini bisa sedikit bersyukur, karena setidaknya tidak semua manusia di dunia ini memiliki keinginan dan hal itu menyebabkan ‘para rival’ jadi agak berkurang.

Dari berpuluh-puluh atau bahkan beratus-ratus keinginan yang pernah singgah di kepala, saat ini saya menyadari penuh kalau ada 2 hal yang tidak pernah terlepas dari otak dan hati saya. Dan sekarang saya sedang menekuni (dengan penuh kesadaran) kedua hal tersebut. Kalau kata salah satu teman saya, saya tidak boleh melakukan dua hal sekaligus karena konsentrasi saya akan terpecah dan tidak akan ada yang memberikan hasil yang maksimal pada akhirnya. Tapi saya tidak bisa memilih, dan saya pun memilih untuk menyalahkan pendapat dia. Menurut saya tidak ada yang salah dengan melakukan dua hal atau bahkan 4 hal sekaligus selama hal-hal tersebut masih memiliki sinkronisasi yang baik dan tidak saling mengganggu eksistensi satu sama lain.

Kadang … ketika saya bercerita soal keinginan, soal mimpi. Tidak semuanya bisa menerima cerita-cerita tersebut dengan senyum hangat dan mata yang penuh dukungan, lebih sering saya menerima mimik-mimik wajah yang meneriakkan “Lo banyak maunya banget sih?!”. Apakah mereka tidak memiliki keinginan sama sekali? Rasanya tidak mungkin, semua manusia di dasar hatinya yang paling dalam pasti memiliki keinginan-keinginan, tapi ada yang mengetahui dan mengejar keinginannya dan ada juga yang membunuh dan tidak mengejarnya sama sekali. Atau mungkin mereka belum sampai pada titik penyadaran kalau kita sebagai manusia akan merasa lebih berarti kalau memiliki atau melakukan ‘sesuatu’ yang memang benar-benar mampu memuaskan dahaga sang batin? Bekerja dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore untuk mencari biaya hidup selama satu bulan bukanlah penghilang dahaga yang baik untuk jiwa.

Dan jika kamu adalah seorang pemimpi (juga) bersyukurlah untuk itu. Karena ada sebuah rencana besar yang sedang disiapkan Tuhan untukmu. Tinggal kamu yang harus berusaha menemukan jalannya.

Seperti kata Anggun setelah selesai bermimpi jangan lupa untuk bangun, dandan yang rapi dan keluar rumah untuk mewujudkannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading banyak maunya at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: