langkah-langkah menata lemari

May 28, 2009 § Leave a comment

Semua pasti pernah berada di situasi tidak menyenangkan ketika lemari pakaian terlihat penuh sesak, sampai tidak ada lagi space kosong untuk diisi. Kondisi seperti itu membuat saya atau kamu (terpaksa) melakukan ‘pembersihan’ lemari dadakan untuk mengeluarkan pakaian-pakaian serta benda-benda yang sudah tidak terpakai lagi dan menghibahkannya kepada orang lain yang lebih membutuhkan.

Dan proses memilah-milah benda itulah yang paling melelahkan dan sulit, melihat ke LBD andalan langsung masuk ke tumpukan ‘masih pakai’, melihat jeans yang sudah kesempitan (lalu berpikir untuk diet : yang mana sudah ingin dimulai sejak 1 tahun yang lalu) yang masuk ke tumpukan ‘mungkin pakai’, melihat rok A-line motif bunga-bunga yang sudah sangat ketinggalan zaman yang kemudian masuk ke tumpukan ‘harus dirombak’, lalu melihat jaket pemberian mantan pacar yang menyebalkan yang langsung masuk tumpukan ‘enyahkan’ (padahal model jaketnya keren banget).

Proses memilah menentukan tingkat ‘penting’ atau ‘tidak pentingnya’ suatu benda. Proses memilah membuat kita berpikir seberapa pentingkah nilai historis suatu benda? Proses memilah membuat kita memutuskan benda apa saja yang harus disingkirkan untuk kebaikan diri kita sendiri

Lalu … apakah kamu sadar, bahwa kamu juga memiliki sebuah lemari di dalam diri kamu?

Saya punya, dan saya sudah menyadari hal ini sejak 2 tahun yang lalu

Lemari saya amat penuh, penuh dengan memori indah, penuh dengan manusia-manusia yang meninggalkan kesan, penuh dengan tawa, penuh dengan potongan adegan film, penuh dengan cuplikan adegan masa kecil, penuh dengan kutipan dari mana-mana, penuh dengan impian, penuh dengan keinginan dan ambisi, penuh dengan hal-hal yang sempat membuat saya menangis, penuh dengan harapan, penuh dengan orang-orang yang amat saya sayangi, penuh dengan benda-benda impian saya yang terus bertambah setiap saya membaca majalah, dan penuh dengan berbagai perintilan yang sebenarnya kurang penting tapi turut menyempurnakan saya sebagai seorang manusia.

Perbedaannya adalah … seluruh isi lemari di dalam diri ini tidak bisa dihibahkan kepada orang lain. Isi lemari ini seperti dosa yang akan kita bawa sampai mati.

Lemari saya penuh sesak, tapi semuanya tersusun dengan rapih dan berada di lacinya masing-masing. Ada yang lacinya sangat bersih dan saya beri kamper wangi karena masih sangat sering saya buka, ada yang lacinya berdebu dengan engsel besi karatan karena saya tidak pernah membukanya lagi, dan bahkan ada laci yang sudah kosong karena saya buang paksa ke luar diri saya tapi sayangnya tidak pernah berhasil dan membuat isi laci tersebut berserakan di lantai (sampai sekarang saya masih malas membereskan).

Masa lalu. Masa sekarang. Masa depan
Memiliki lacinya masing-masing, dan laci-laci tersebut memiliki ukuran yang berbeda-beda sesuai dengan kapasitas dan kesan yang ditinggalkan. Jika ada yang bilang bahwa seandainya masa lalu yang menyebalkan bisa dihapus, maka hidup akan terasa lebih menyenangkan pasti orang itu tidak menyadari bahwa masa sekarang dan masa depan nanti adalah hasil dari masa lalu yang sudah lewat.

Masa sekarang yang menyenangkan mungkin tidak akan terasa menyenangkan tanpa masa lalu yang menyedihkan

Masa lalu yang menyedihkan sadar atau tidak telah memberikan pelajaran penting untuk membentuk masa depan yang lebih baik

Masa depan yang diinginkan tidak akan terwujud tanpa belajar dengan baik dari masa lalu dan menjalani masa sekarang dengan sebaik-baiknya

Sekarang mari kita mulai merapikan lemari kita,

Pilah dan pilih laci yang harus kamu rapikan dan tidak kamu intip untuk sementara waktu. Dan jangan lupa letakkan lemari dengan isi yang paling baik dan menyenangkan di lokasi paling strategis, agar kebahagiaanlah yang akan mendominasi hari-harimu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading langkah-langkah menata lemari at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: