piring bersih

May 15, 2009 § Leave a comment

Pernah merasa harus meremove seseorang dari friends list friendster, facebook, multiply, phone book address, atau bahkan men tip-ex namanya dari buku telepon jadul?

Pasti kamu pernah (seenak-enaknya menjudge)
Dan dulu saya berpikir kalau saya tidak akan pernah
Karena saya merasa saya sangat bisa mengontrol diri saya sendiri
Tapi akhirnya saya melakukan permainan ‘remove’ ini tahun lalu
Memang … saat itu saya lega luar biasa, karena saya merasa sudah mendelete orang itu dari kehidupan saya dan semua pori-pori diri saya, merecycle bin (yang lalu didelete lagi) semua hal yang pernah dilewati, dan melupakan kalau orang itu pernah sangat berperan dalam kehidupan saya yang sayangnya diakhiri dengan cara yang tidak semanis permulaannya.

Sekarang,
Saya merasa agak bodoh, bodoh untuk melakukan permainan anak kecil seperti ‘remove’. Rasanya saya bertingkah seperti ABG yang ketawa ngakak di sudut-sudut mall Jakarta sambil menenteng BB dengan kondom warna-warni, rasanya saya tidak dewasa.
Berpikir lagi,
Permainan ‘remove’ itu sedikit banyak membantu saya juga melewati proses penyembuhan, dan memang … proses penyembuhan itu menjadi lebih lancar karena saya memang tidak tahu dan tidak mau tahu apapun yang berhubungan dengan orang itu.
Menyimpulkan,
‘Remove’ memang permainan anak-anak dan orang dewasa dengan pola pikir ABG, tapi permainan itu cukup membantu (like it or not). Tapi sejujurnya saya tidak ingin lagi melakukan permainan ‘remove’ ini lagi, rasanya sudah cukup masa saya menjadi anak kecil dan walaupun saya belum dewasa setidaknya saya bisa berpura-pura dewasa sehingga saya bisa jadi dewasa ‘beneran’. Namanya juga usaha bung!

Minggu lalu tiba-tiba saja saya ingin tahu kabar orang itu, saya ingin tahu apakah kabar dia baik-baik saja, apakah hidupnya menyenangkan, apakah kisah cintanya mulus?

Dan saya kenal sekali dengan diri saya, kalau saya sudah sampai di level ini itu berarti piring sudah bersih, dicuci, dikeringkan, dan diletakkan kembali ke rak. Semua kotoran sudah dibawa oleh air busa aroma melon jauh ke perut bumi. Level ini adalah level paling membahagiakan buat saya atas semua kekecewaan dan kegagalan yang pernah ada, karena level ini selalu membuat saya menyadari bahwa seburuk apapun orang itu, dia pernah memberikan secuil kebahagiaan di hidup saya yang amat biasa ini, dia pernah membuat saya tertawa dan senyum-senyum sendiri bagaikan orang sinting. Dan tentu saja saya akan berterimakasih untuk itu. Hey! Saya orang yang sangat tahu terima kasih! Intinya … saya tahu kalau posisi dia di hati saya bukan lagi sebagai orang yang harus di’remove’ tapi saya sebagai seorang ‘teman lama yang baik’. Rasanya luar biasa lega …

Tapi rasa lega luar biasa ini lebih karena kenyataan menyenangkan kalau piring saya sudah bersih dan wangi (kembali).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading piring bersih at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: