worth it 'interruption'

April 22, 2009 § Leave a comment

Interruption : Gangguan/terhentinya

Saat ini saya sedang merasa sangat independent, bebas, dan lepas seperti burung camar yang terbang di pantai dan berak sembarangan di kepala para turis. Saya bebas pergi kemanapun sampai kapanpun sesuka hati saya. Saya bisa memakai apapun yang saya suka. Saya bisa saja mendadak pulang pergi JKT-BDG beramai-ramai karena tiba-tiba pengen nonton Pure Saturday. Saya bisa pergi bermain-main seharian dengan teman pria saya tanpa ada rasa khawatir. Saya bisa menghabiskan weekend saya dengan marathon nonton DVD serial yang saya sukai. Saya bisa berkenalan dengan siapapun yang saya mau. Saya bisa tenang melakukan hal-hal yang saya sukai tanpa takut terpotong oleh hal apalah itu.

Saya tidak perlu repot melakukan kompromi jadwal harian saya dengan orang lain. Saya juga tidak perlu capek berdebat untuk mempertahankan prinsip-prinsip yang ada di kepala saya.

Saya sangat bahagia

Tapi sampai kapan?
Tentu saja saya tidak ingin melihat ibu saya satu-satunya kebingungan karena anak perempuan sulungnya terlihat sedang sangat santai dan kurang ‘perempuan’ karena terlihat tidak memiliki keinginan (sama sekali) untuk bergelayutan di lengan kekar seorang pria.

Lalu tadi pagi ketika saya melakukan rutinitas rutin saya di toilet kesayangan. Saya pun sedikit melamun dan sampai kepada lamunan basi mengenai hubungan antar kaum adam dan hawa, yang sampai pada kesimpulan kalau sebenarnya hubungan tersebut adalah satu bentuk interupsi terhadap kehidupan manusia sebagai seorang individu yang bebas merdeka.

“Kamu kemana aja sih seharian? Kok nggak ngasih kabar?”
“Kalau weekend kok bareng sama teman-temannya terus sih? Sama aku kapan?”
“Itu siapa sih? Kok akrab banget sama kamu?”
“Kenapa sih hobi banget makan nasi padang?”
“Duh nonton DVD mlulu! Bosen … jalan-jalan ke mall yuk!”
“Ngapain sih lihat-lihat pameran, kayak orang yang nggak ada kerjaan aja.”
“Itu siapa yang nelpon? Kok lama banget?”
“Kamu kalau pergi-pergi pakai baju yang rada rapihan dong …”

Ring a bell?

Atas nama cinta, seorang manusia yang tadinya cuek bebek waktu adzan berkumandang mendadak rajin sholat 5 waktu. Atas nama cinta, seorang manusia rela kehilangan beberapa sahabat lawan jenisnya. Atas nama cinta, seorang manusia ikhlas merubah beberapa kebiasaan hidupnya yang menyenangkan. Atas nama cinta, seorang manusia santai aja kalau harus memecat semua rok pendek dan hot pantsnya dari lemari. Atas nama cinta, seorang manusia rela menunda pencapaian mimpinya. Atas nama cinta, seorang manusia rela menghabiskan seluruh isi rekening tabungannya. Atas nama cinta, seorang manusia mampu bermusuhan dengan orang tuanya sendiri.

Atas nama cinta … seorang manusia rela hidupnya diinterupsi oleh orang asing 24 jam sehari 7 hari seminggu

Tapi itulah cinta, dan terimalah dengan lapang dada kalau cinta itu adalah satu bentuk interupsi. Ibarat serigala berbulu domba, tapi di dalam hal ini serigalanya sudah jinak karena sudah biasa manggung di sirkus-sirkus di pinggiran kota.

PR untuk kita semua adalah pandai-pandailah memilih interupsi yang worth it. Interupsi yang memang harus kita telan bulat-bulat karena … it’s all worth it. Jangan sampai memilih interupsi kelas kacang atau kelas bulu yang sebenarnya tidak perlu kita lewati. Interupsi yang hanya menghasilkan interupsi belaka tentu berbeda dengan interupsi yang nantinya akan memberikan hasil akhir positif.

Pertanyaan menyebalkan selanjutnya …
Bagaimana cara memutuskan interupsi yang worth it atau tidak?
Sederhana sekali … jangan hanya menggunakan hati untuk memilih, tapi juga gunakanlah otak untuk berpikir secara logis. Tuhan tidak menciptakan otak tanpa alasan bukan? Rasa dan logika yang seimbang adalah satu-satunya kunci untuk terhindar dari interupsi kelas kacang.

Yang jelas … interupsi yang worth it tidak akan mematikan cahayamu sebagai seorang individu manusia yang utuh.

Semoga kamu menemukan interrupter* terbaikmu!

*Thanks Tebs!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading worth it 'interruption' at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: