ternyata endingnya tidak garing

April 16, 2009 § Leave a comment

Seperti kata orang-orang kebanyakan. Saya menanti dengan cemas saat melihat Om Nicolas Cage melewatkan scene demi scene di film yang ternyata lumayan ‘dalam’ ini kalau kamu punya secuil otak untuk berpikir

Dan saat ending itu tiba …
Saya puas,
Atas pesan yang tersampaikan
Titik
Dan pesan itu sama sekali tidak garing (oh syukurlah)

Seperti film-film lain yang menceritakan tentang ‘cara’ dunia akan kiamat, film ini juga diakhiri dengan adegan satu keluarga yang sempat terpecah yang kemudian dipersatukan lagi, berpelukan, kemudian mati bersama. Cliche … memang, tapi coba pikirkan jika anda ada di posisi seperti itu *sigh. Mungkin anda semua akan melihat wajah anda sendiri dibanjiri air mata buaya saat berpelukan dengan ayah/ibu yang mungkin sudah tidak pernah anda kunjungi dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, entah … apakah tangisan itu karena merasa berdosa karena lama tidak bersilahturahmi ke orang tua anda sendiri atau rasa takut akan mati dan melihat neraka dengan mata kepala sendiri. You decide …

Membatin dalam hati apakah yang dipikirkan Alex Proyas and the gang saat membuat film ini? Karena sangat penuh pesan-pesan yang tersirat. Apakah mungkin mereka …

  1. Ingin membuat semua orang merasa sebagai manusia busuk, kotor, jahat, bermandikan dosa sehingga Tuhan pun menyerah dan membakar habis seisi muka bumi karena neraka sudah penuh sesak dengan manusia sejenis itu (baca : busuk, kotor, jahat, bermandikan dosa)
  2. Ingin membuat semua orang mulai berpikir untuk menonton Discovery Channel dan membaca National Geographic dengan religius, serta membuat hubungan yang erat dengan alam semesta dan sekitarnya. Karena alam seperti makin tidak rela ditinggali oleh sekumpulan manusia yang tidak peduli atas alam
  3. Ingin membuat semua orang mulai berpikir seribu kali untuk memusuhi keluarga intinya, karena tidak memiliki orang untuk dipeluk erat-erat di hari kiamat ternyata lebih menyedihkan daripada menjomblo selama 4 tahun
  4. Ingin membuat semua orang dewasa menyadari bahwa memang cuma anak kecil yang masih suci bersih dari dosa, karena the new ‘Adam dan Hawa’ di film ini diwakilkan oleh dua anak kecil polos. Si Adam dengan kuping yang agak budek dan memakai alat bantu pendengaran sedangkan si Hawa memiliki rambut merah keriting yang mempesona. Oh well … semua hal klise ini begitu memabukkan
  5. Ingin membuat semua orang mulai berpikir dalam kalau semua di dunia ini cuma sementara. Jadi janganlah ‘berlebihan’ untuk segala hal. Jangan workaholic, jangan womanholic, jangan moneyholic, jangan sexholic, intinya hindari segala bentuk ke-holic-an bertingkahlah yang sewajarnya bung!
  6. Ingin membuat semua orang membayangkan bahwa Tuhan memiliki segerombolan malaikat-malaikat yang tampangnya kaku seperti Neo di The Matrix lengkap dengan pesawat UFO super canggih dan keren
  7. Ingin membuat semua janda dan duda segera mencari pasangan hidup dan tidak terlalu pilah pilih untuk membunuh kesepian, dan tidak perlu menghabiskan malam demi malam dengan menemani anak mengerjakan PR di meja dapur atau melihat rasi bintang dari teropong bintang sambil barbequean di halaman belakang rumah. Come on … semua orang tentu punya kebutuhan biologis. Tidak perlu menunggu sampai mau kiamat baru mulai mencari kan? Apalagi di film ini setelah fling mulai muncul, si janda kembang itu malah meninggal. So sad …

Ya sudahlah …
Yang jelas saya suka sekali film ini

Kalau kamu bilang endingnya garing, mungkin itu lebih ke perwujudan malaikat-malaikat utusan Tuhan yang ‘Neo wannabe’ atau pesawat UFO super canggih dengan lift yang berbentuk lingkaran dan memendarkan cahaya-cahaya putih yang cukup keren (menurut saya)

Atau mungkin saat the new Adam dan Hawa diturunkan ke muka bumi yang sudah selesai diluluh lantahkan oleh matahari dan tergantikan oleh hamparan rumput yang hijau dengan pendaran cahaya yang memang agak hiperbolis

Oh well,
Adakah cara lain untuk menggambarkan hal yang memang tidak kita ketahui sebelumnya?
Saya yakin meeting untuk memutuskan ending dari film ini pasti sangat alot dan penuh perdebatan sengit
Dan mereka pasti sudah memilih ending yang paling tidak garing dari semua option … I guess

Last but not the least, you better check today movie schedule to buy a ticket for Knowing …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading ternyata endingnya tidak garing at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: