pernahkah kamu

March 25, 2009 § Leave a comment

Sedang makan di sebuah warung nasi, lalu menyeruput es teh manis lalu berpikir “Es teh manis ini enak sekali!” takaran gulanya pas, wangi tehnya enak, dan dingin airnya menyejukkan raga.
Atau pada suatu malam setelah melaksanakan ritual hura-hura hari Jumat hingga larut kemudian dilanjutkan dengan singgah di salah satu warung indomie goreng telor orak arik plus cabe hijau terdekat, yang pada suapan pertama membuat kamu berpikir “Kok, mie goreng ini enak banget! Lain daripada biasanya … rasanya yummy sekali!”

Kesalahan bukan terletak pada lidah saya atau kamu, kesalahan terletak pada ‘takaran pas’ pada es teh manis dan indomie goreng tersebut. Semua orang tentu saja bisa membuat es teh manis, tapi tidak semuanya dapat meracik es teh manis yang sangat enak dan pas di lidah. Begitu juga halnya dengan indomie goreng,  semua orang tentu saja dapat membuat indomie goreng tapi tidak semua orang bisa membuat indomie goreng yang matangnya pas dan tidak terlalu lembek dengan telor orak arik kecap yang sempurna.

Ketika rasa pas itu singgah di lidah, keinginan untuk merasakan kembali akan terus merongrong seperti rasa lapar di jam setengah satu siang. Kalau mencicipi es teh manis di tempat lain dan rasanya tidak memiliki kadar pas seperti yang sudah dirasakan sebelumnya pasti akan sibuk membandingkan, “Kok nggak kayak es teh manis di tempat A ya?” begitu juga kasusnya dengan si indomie goreng tadi. Kesempurnaan rasa dari es teh manis dan indomie goreng itu tidak terletak pada kesempurnaan rasa karena tidak ada yang sempurna di dunia ini, kesempurnaan hanya milik-Nya seorang. Kesempurnaannya semata-mata terletak pada takaran yang pas, takaran yang tidak lebih dan tidak kurang.

Takaran yang tidak lebih dan tidak kurang itu sedang terjadi pada kehidupan saya.
Semuanya terasa begitu pas tidak lebih dan tidak kurang. Begitu stabil. Begitu nyaman. Sehingga ketika saya bangun pagi 2 hari yang lalu dan tersadar akan hal itu, saya merasa begitu sedih karena saya tahu di hidup ini tidak ada yang kekal abadi. Dan rasa ‘pas’ yang saat ini sedang terasa di hari-hari saya, suatu hari nanti akan terenggut oleh sesuatu. Entah dengan sebuah kepergian yang menyedihkan, kedatangan sosok yang tidak diharapkan, kepindahan yang mau tidak mau harus dilakukan, hubungan antar dua insan manusia yang meretakkan hubungan lain atau kesalahpahaman yang tidak pernah diundang untuk datang.

Mengertikah kamu?
Saya tidak siap membiarkan rasa nyaman ini pergi dengan cepat. Dan saya sadar untuk menahan kondisi ini selama mungkin, saya harus membiarkan semua hal di posnya masing-masing. Jangan sampai ada yang melewati garis otoriternya, jangan sampai ada pos baru yang memerlukan treatment khusus, jangan sampai ada elemen lain dari lingkungan luar yang masuk lalu sadar tak sadar akan mengacak-ngacak pos lain dan jangan sampai ada pos-pos eksisting yang merasa terusik oleh apapun itu.

Kalau kata para pembicara hebat comfort zone adalah kondisi yang sangat berbahaya, saat ini saya sedang berada di dalam comfort zone yang luar biasa nyaman. Semuanya berjalan seiring dan tidak berlawanan, mungkin suatu hari nanti saya harus merelakan comfort zone ini untuk bubar jalan ketika memang sudah waktunya untuk saya tumbuh lagi sebagai seorang manusia. Karena penghentian pertumbuhan adalah bentuk kematian batin. Tapi … saya minta izin padamu Tuhan, biarkanlah saya menikmati masa ini beberapa bulan lagi.

Dan jauhkanlah perubahan-perubahan besar itu untuk sementara waktu. Toh … saya sedang tidak membutuhkannya juga …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading pernahkah kamu at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: