tentang 'embel-embel' nickname di sekitar saya

March 4, 2009 § 3 Comments

2 tahun lalu waktu saya masih tinggal di tanah Sunda, embel-embel nickname yang happening banget di lingkungan saya adalah ‘Aa’ dan ‘Teteh’ (ya iyalah!). Dan saya cukup terbiasa dipanggil ‘Teh Lala’ sejak saya duduk di kelas 2 SMA sampai 3 SMA, untungnya di kampus saya senioritas tidak diaplikasikan dengan penambahan embel-embel ‘Teh’ di depan nama *fiuh*.

Lalu setelah tinggal di Jakarta, saya baru ngeh dengan betapa banyaknya embel-embel nickname di sekitar saya. Dari ‘Bung’, ‘Bang’, ‘Mas’, ‘Mbak’, ‘Bu’, ‘Teh’,’ Neng’, ‘Say’,’Si’, ‘Non’ dsb … dsb …

Dan semakin kesini, sepertinya peran embel-embel nickname ini semakin penting di tengah-tengah kancah pergaulan Jakarta. Rasanya kurang afdol aja kalau menyapa teman baik secara langsung ataupun via Facebook wall tanpa embel-embel nickname.

Misalnya…

“Sayyyyy … kok jarang ngumpul sih”

atau,

“Bu, lagi sibuk ya?”

atau,

“Neng X … ntar dateng nggak ke konsernya si Y?’

atau,

“Ih Bung X makin eksis aja nih dimana-mana’

atau bahkan ada persilangan antara dua nickname sekaligus seperti …

“Si Ibu yang makin cantik ini sekarang kerja dimana?”

dst … dst …

Dan berdasarkan pengalaman saya pribadi, ada beberapa embel-embel nickname yang tidak bisa saya terima dengan lapang dada. Adalah sebagai berikut :

1. Say
Ntah karena Ibu saya dan gengnya selalu menggunakan ‘Say’ untuk saling menyapa sama lain (baik via telepon, sms, ataupun bertatap muka dengan nada tinggi dan melengking) atau memang embel-embel ‘Say’ ini emang kesannya (diperuntukkan buat) ibu-ibu banget? Pokoknya kalau ada orang yang menambahkan embel-embel ‘Say’ untuk saya … rasanya saya langsung melihat diri saya berpotongan seperti ibu-ibu yang dandannya pake foundation, blush on orange dan ketawanya super berisik

2. Bu
One thing for sure … saya nggak suka dipanggil ‘Bu’ karena saya merasa belum menjadi Ibu-ibu, well at least for now

3. Si
Helloooo … saya ini manusia bukan benda. Menurut saya embel-embel ‘si’ ini hanya cocok dipergunakan untuk benda mati

4. Mbak
Hm … saya tidak suka aja dengan pengertian konotatif atas embel-embel ‘mbak’. Coba saja nguping obrolan cowok-cowok yag sedang melakukan penilaian atas wanita, “Ah kalo X sama Y sih cantikan Y lah! Kalo X cantiknya mbak-mbak banget!” You know what I mean?🙂

Untuk panggilan yang tidak mengusik hati saya sama sekali adalah ‘Neng’, entahlah menurut saya ‘Neng’ adalah satu-satunya embel-embel nickname yang sopan, tidak memiliki pengertian konotatif dan berkesan sweet. Kalau ada yang tidak sepaham maafkan …

§ 3 Responses to tentang 'embel-embel' nickname di sekitar saya

  • varin says:

    Hey, saya baca lho tulisan2mu🙂
    Saya sempat bermasalah dengan nickname2 ini, terutama bagian “bu” dan “mbak”. Kenapa sih orang yg belum ibu-ibu dipanggil “bu”.. jadi berasa tua. hehe. Dan, Ya Tuhan, tunggu sampai kamu ke kantor saya, yg notabene 95% wanita semua, kamu pun akan selamanya menjadi seorang Mbak Lala meskipun kamu nggak mbak-mbak sama sekali. Tapi lama kelamaan nickname2 ini kedengeran nggak begitu masalah2 amat waktu tahu yang manggil bermaksud untuk lebih friendly. Jadi manis rasanya🙂

    tapi paling asik kayanya kalau dipanggil “sob”. Hahaha asik betul seperti anggota geng😀

  • lalabohang says:

    Wah senang sekali kamu membaca🙂
    Iya sih mungkin tidak berniat buruk juga sih memanggil ‘mbak’ tapi ya g suka aja hahahahahah …

    Sob OH NO! jangan sampai saya dipanggil seperti itu!

  • tehimas says:

    Hai Lala.. saya juga paling suka dan adem di kuping kalo dipanggil “eneng/enong mau kemana?” haduh berasa muda selalu
    tapi saya paling sensitif kalo pake teh.. langsung nengok karena biasanya di rumah dan sama saudara2 dipanggilnya Teh hehehe..
    saya kurang suka dipanggil mbak.. mau protes ga enak kalo ga kenal deket jadi kalo ga deket mah bodo amatlah kalo deket minta ganti dipanggil Teh.. saya cinta budaya daerah dan berusaha melestarikannya dari hal yang paling sederhana seperti panggilan Teteh hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading tentang 'embel-embel' nickname di sekitar saya at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: