kontradiksi dan (mungkin) sebabnya

February 26, 2009 § Leave a comment

Ada yang luar biasa membenci istrinya dan sangat menghindari waktu bersama, tapi tak kunjung berpisah juga padahal mereka berdua belum memiliki keturunan (mungkin karena pria ini tidak memiliki kehidupan lain selain kehidupan kantor dan keluarga tidak bahagia)

Ada yang setiap hari tidak berhenti memaki bosnya sendiri dan mengeluarkan keluhan-keluhan tentang pekerjaannya, tapi tak kunjung resign dari pekerjaannya sekarang (mungkin karena setiap dia sampai di tahap interview nasibnya tampak akan sama saja, dan dia tidak pernah berusaha meningkatkan nilai jual dia?)

Ada yang selalu mengatakan bosan akan hidupnya dan menginginkan hal baru untuk hidupnya, tapi tak kunjung melakukan hal baru (mungkin karena dia malas ‘bersusah payah’ sebelum memetik hasil)

Ada yang selalu mengatakan orang lain bodoh, tolol, dan nggak bisa kerja. Padahal dia sudah bekerja di kantor yang sama selama 5 tahun lamanya dan masih berstatus staff biasa (mungkin karena dia merasa dirinyalah yang paling pandai di dunia ini)

Ada yang berpendapat kalau satu kelompok orang adalah orang-orang nggak penting yang cuma tahu gosip, membicarakan keburukan orang lain, dan mengurusi hal-hal yang sama sekali bukan urusan mereka. Tapi saat dia (mungkin) tidak memiliki teman lagi diapun pergi hang out bersama mereka dan mungkin membagi sedikit cerita hidupnya (mungkin … dia memang orang yang munafik atau bermuka dua? Ataukah memang dia sama sekali nggak punya teman lagi di muka bumi ini)

Ada yang selalu bersikukuh untuk jadi orang yang sukses, terkenal, dan punya eksistensi di satu bidang tertentu. Tapi gaya hidupnya sehari-hari penuh dengan jadwal sosialisasi, hang out, dan keluyuran kesana kemari tanpa alasan jelas yang membuat dia tidak memiliki ‘quality time’ untuk mengembangkan dirinya sendiri (mungkin dia berpikir semua orang-orang hebat yang biografinya menjadi best seller di toko-toko buku memetik kesuksesannya semudah memetik cabe)

Ada yang menganggap dirinya adalah menteri dan dengan sepenuh hati berlagak seperti seorang menteri. Tapi sikap dan tindak tanduknya sehari-hari sama sekali tidak mencerminkan sikap layaknya seorang menteri, bahkan tidak barang seujung jaripun (mungkin dia memang orang yang tidak malu untuk mengakui hal yang sama sekali tidak pantas untuk dirinya)

Ada yang selalu mengatakan ingin menjauhi/melupakan seseorang karena orang tersebut tidak memberi pengaruh baik untuk hidupnya, tapi tetap bertemu dan saling berbagi cerita hidup (mungkin … itulah yang dinamakan kebodohan ‘mentok’)

Ada yang selalu berkata, “Gue pengen nikah” dan  selalu membanjiri teman-temannya dengan curhatan mengenai betapa kesepiannya dirinya, tapi terlalu picky soal memilih pasangan dan gampang sekali ilfill dengan kekurangan orang lain yang sebenarnya masih bisa ditolerir (mungkin dia merasa kalau dia adalah Brad Pitt *untuk cowok* atau Zooey Deschanel *untuk cewek*)

Ada yang selalu mengiyakan semua pendapat temannya dan juga dengan setia pergi menemani kemanapun temannya pergi tapi dalam hati gondok dan selalu menceritakan keburukan temannya sendiri ke teman-temannya yang lain (eng … mungkin dia goblok?)

Ada yang selalu bilang “Saya bahagia” padahal dalam hatinya sama sekali nggak bahagia (mungkin dia mematok harga yang terlalu tinggi untuk kebahagiaan atau memang dia orang yang tidak pernah bersyukur)

Mungkin saya menuliskan hal ini, merupakan satu bentuk kontradiksi juga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading kontradiksi dan (mungkin) sebabnya at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: