I never painted dreams, I painted my own reality*

February 23, 2009 § Leave a comment

*Quoted from Frida Kahlo

Film ini bukan film baru, bahkan sudah tergolong cukup lama mengingat film ini sudah beredar sejak tahun 2002 yaitu tujuh tahun yang lalu. Dan setelah menonton film ini yang saya rasakan pertama kali adalah penyesalan, kenapa saya tidak menonton film ini sejak dulu, saya sudah sering mendengar tentang film ini beberapa tahun yang lalu tapi tidak juga menggerakkan diri saya untuk membeli film ini di beberapa lapak-lapak DVD bajakan ibukota. Sekarang ini saya merasa agak rancu ingin bercerita apa, apakah saya ingin menceritakan isi filmnya, apakah saya ingin menceritakan tentang lukisan-lukisan Frida, ataukah saya ingin menceritakan Frida? Semua elemen yang ada di hidup Frida sangat menarik, sama menariknya dengan lukisan-lukisannya yang sangat ekspresif, berwarna-warni, tapi sering menggambarkan kehidupan dengan penggambaran yang agak kejam dan sadis. Ketika kesulitan untuk bercerita ini muncul pada diri saya, biasanya saya pun akan menghasilkan tulisan berupa pointers karena yang ada di kepala terlalu acak dan agak sulit dicari benang merahnya. Beberapa pointers tentang seorang Frida Kahlo yang sampai sekarang masih nyangkut dengan suksesnya di kepala saya adalah :

  • Frida bukanlah seorang seniman yang merencanakan dirinya menjadi seorang seniman. Tadinya dia ingin mempelajari ilmu kedokteran. Lalu karena kecelakaan parah yang menimpa dirinya saat dia berumur 18 tahun pada September 1925 membuat Frida tidak bisa melakukan apa-apa selain berbaring di tempat tidur. Saat itulah Frida mulai menggambar dan melukis untuk membunuh hari-hari membosankan yang harus dia jalani di atas tempat tidur
  • Setelah kecelakaan, Frida divonis tidak dapat berjalan lagi seumur hidupnya. Tapi karena kegigihan dan keinginannya yang kuat Frida akhirnya bisa berjalan kembali
  • Salah satu lukisan Frida yang berjudul “My Birth” saat ini merupakan salah satu koleksi lukisan milik Madonna. Lukisan ini menggambarkan kelahirannya sendiri ke dunia sekaligus menggambarkan betapa sedihnya dia atas kepergian ibunya setelah menderita sakit. Madonna bahkan menggunakan lukisan ini sebagai litmus test untuk menentukan apakah seseorang bisa menjadi temannya atau tidak. Dan saya menemukan pernyataan mengejutkan dari Madonna ketika diinterview oleh Vanity Fair pada tahun 1990 “If somebody doesn’t like this painting”, Madonna said, “then I know they can’t be my friend”

My birth, Frida Kahlo (1932)

  • Dari 143 lukisan karya Frida, 55 lukisan adalah self portrait yang mana lukisan-lukisan itu juga dilengkapi dengan simbol-simbol surreal tentang perasaan dan kondisi psikis yang sedang dialami Frida ketika sedang membuat lukisan itu. Ketika ditanyakan mengapa dia banyak sekali membuat self portrait Frida menjawab, “Because I am so often alone, because I am the person I know best”. Salah satu self portrait Frida adalah “The Frame” yang merupakan lukisan seniman Mexico pertama dari abad 20 yang dibeli dan dipajang di Louvre, Paris.

Self portrait – The frame, Frida Kahlo (1938)

  • Frida menikah dengan Diego Rivera yang merupakan salah satu pelukis besar di Mexico pada tahun 1929, mereka berdua dijuluki The Elephant and The Dove karena perbedaan ukuran tubuh mereka yang sangat ekstrim. Frida adalah istri ketiga untuk Diego Rivera yang di dua pernikahan sebelumnya ditinggalkan oleh istrinya karena tidak tahan dengan sikap ‘womanizer’ Diego ke banyak wanita. Pernikahan Diego dan Frida pun berjalan tidak mulus, karena Diego tetap konsisten dengan perselingkuhannya ke banyak wanita. Tapi Frida berusaha menutup mata dari perselingkuhan-perselingkuhan Diego, dan Diego akan memberikan pembenaran ke Frida, “It was just a fuck. I’ve given more affection in a handshake”

Frida Kahlo and Diego Rivera, Frida Kahlo (1931)

  • Kesablengan Diego Rivera tidak kalah dengan kesablengan Frida. Frida juga melakukan beberapa affair dengan pria dan wanita. Yeah … she’s a bi. Diego bisa mentolerir perselingkuhan Frida dengan wanita tapi tidak dengan pria. Oh astaga! Khas pria sekali si Diego ini … egois.
  • Pernyataan Frida di film ini mengubah satu pola pikir saya yang paling mendasar. Tadinya saya berpikir kalau wanita yang mencari life partner untuk mengarungi samudra kehidupan haruslah menikah dengan seorang sahabat baik yang sudah mengenal saya luar dan dalam. Frida mengeluarkan pernyataan menggugah ini ketika Frida meninggalkan Diego yang berselingkuh dengan kakaknya sendiri, Cristina. “You’ve been my comrade, my fellow artist, and my best friend, but you’ve never been my husband.”
  • Frida melukis bukan untuk menjadi pelukis tapi karena dia sudah tidak bisa hidup tanpa melukis. Frida tidak memikirkan apa yang akan dia dapatkan dari lukisan-lukisannya, tapi dia melakukan karena memang sangat menyukainya. Konsistensi dan totalitas yang dilakukan Frida adalah tanpa harapan imbalan apapun. Ketika pada akhirnya nama Frida menjadi besar dan dinobatkan menjadi salah satu pelukis Mexico yang berpengaruh karena memang sudah sepantasnya.

Sebenarnya masih banyak pointers yang bisa saya tuliskan di sini, tapi akan terasa kurang adil untuk yang belum menonton film ini. Saat menonton film ini saya teringat beberapa teman saya yang bermimpi untuk menjadi artist terkenal. Dari segi semangat dan hasrat bermimpi sudah sangat baik tapi sayangnya hasrat besar itu tidak tersirat dari praktek yang sudah dia lakukan untuk menjadi seorang artist. Dia hanya menggambar ketika mood menggambar itu datang, ketika memang memiliki satu inspirasi yang tak tertahan di kepala, sayangnya … mood dan inspirasi itu tidak terlalu sering datang. Teman saya itu tentu saja seperti saya juga … dengan kemalasan yang terlalu sering menguasai dan menjadi hamba dari mood.

Ingin sekali seperti Frida, yang memang tidak berasa hidup jika tidak menggambar …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading I never painted dreams, I painted my own reality* at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: