tentang tongkat estafet

February 18, 2009 § 3 Comments

Jawab pertanyaan di bawah ini

Jika kamu ada di posisi terakhir dan 3 m di depan kamu adalah garis finish, sedangkan 2 m di belakang kamu adalah seorang pelari yang sedang terengah-engah menuju kamu sambil membawa sebuah tongkat estafet. Apakah yang akan kamu lakukan?

A. Menunggu tongkat estafetnya dan setelah tongkat tersebut sampai di tangan langsung melesat ke garis finish

B. Melihat dengan seksama siapa yang sedang membawa tongkat estafet lalu buru-buru kabur ke ruang ganti

C. Pindah ke jalur estafet lain yang jarak ke garis finishnya cuma 1 m

Awalnya saya sendiri juga bingung kenapa posisi tongkat estafet ini begitu penting, tapi setelah saya pikir-pikir lagi tentu saja tongkat estafet ini luar biasa penting, karena tongkat estafet ini adalah analogi dari cinta *crap*.

Tenang saja, tulisan ini tidak akan menjadi tulisan cengeng yang penuh dengan kemenye-menyean tidak penting. Tulisan ini akan menjadi sangat logis dan sistematis bercerita tentang bagaimana sebenarnya cinta bekerja.
Saya sendiri sangat sering mendengar kalimat ini, “Jarang ada orang yang bisa menikah dengan cinta sejatinya,”
Awal saya mengetahui … langsung males nikah *haha* karena menurut saya untuk apa menikah dengan satu orang yang mukanya bakal saya liatin setiap saya bangun pagi dan pulang beraktivitas kalau saya tidak mencintainya? Membayangkannya pun saya merasa perut saya sangat mual. Tapi semakin tua dan semakin matang, akhirnya saya paham juga kenapa statement itu bisa ada di dunia ini. Beberapa saat saya berpikir tentang kenyataan ini dan lalu saya menemukan analogi yang menurut saya paling tepat untuk menggambarkan situasi yang menyedihkan ini.

Cinta itu seperti perlombaan lari estafet
Kita semua adalah peserta lomba lari tersebut dan cinta yang kita miliki berwujud sebagai tongkat estafet

Seperti yang kita semua ketahui (kecuali kamu selalu jadi anak sakit di pinggir lapangan saat jam pelajaran Pendidikan Jasmani) tongkat estafet tidak pernah dikembalikan lagi kepada pemberinya. Setiap kita mendapatkan tongkat estafet di tangan maka kita akan langsung menyerahkan tongkat tersebut ke orang yang sudah menunggu di depan kita dan begitu seterusnya.

Toni memberikan tongkat estafetnya kepada Susi, lalu Susi memberikan tongkat estafetnya kepada Andri, lalu Andri memberikan tongkat estafetnya kepada James *ups*, James memberikan tongkat estafetnya kepada Bagus, Bagus memberikan tongkat estafetnya kepada Tari, dst … dst … dst … seperti lingkaran setan memusingkan yang tidak memiliki ujung

Tapi ibarat hidup yang diakhiri dengan kematian, lomba lari estafet ini pun memiliki akhir yang berupa sebuah garis finish. Garis finish ini yang akan menyelesaikan petualangan cinta seseorang. Bergantian kita semua akan tiba di garis finish ini (seharusnya sih, kecuali mau mati sendirian di dunia ini).

Di garis finish ini ada dua pelaku penting, yang satu adalah pemberi tongkat dan yang satu adalah penerima tongkat yang tinggal berlari kecil ke garis finish. Yang harus diputuskan saat ini adalah apakah kita ingin berperan sebagai si pemberi atau si penerima?
Saya pribadi lebih memilih untuk menjadi penerima saja, toh kerjaannya juga nggak ribet-ribet banget tinggal berlari-lari kecil ke garis finish dan semuanya selesai. Lagian yang namanya perempuan memang lebih baik jadi yang menerima saja kecuali mau makan hati sampai mati.

TAPI … walaupun saya tinggal menerima saja, saya tetap mau memilih dong … kalau yang nyamperin nggak ‘sesuai’ saya bakal pura-pura pingsan biar langsung diangkut ke ruang P3K.

§ 3 Responses to tentang tongkat estafet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading tentang tongkat estafet at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: