si pendramatisir

November 28, 2008 § 1 Comment

Pendramatisir : Orang yang selalu melebih-lebihkan suatu keadaan/situasi/kondisi yang dia alami dalam kehidupannya yang sebenarnya hal tersebut tidaklah ‘that big’

Dalam kehidupan sehari-hari si pendramatisir ini pasti memberikan aura negatif untuk orang-orang sekitarnya. Kenapa? Karena mereka ini cenderung melebih-lebihkan segala hal ke arah yang negatif bukan positif.

Si pendramatisir ini mendramatisir berbagai macam hal dan pilihan topik yang mereka dramatisir dari hari ke hari cenderung berbeda-beda, tergantung dari gaya hidup dan latar belakang masing-masing.
Dan dalam tulisan ini saya hanya akan membahas 4 besar si pendramatisir yang ada di sekitar kita beserta ciri-cirinya, adalah sebagai berikut :

1. Si pendramatisir pekerjaan

Ucapan yang sering keluar dari mulutnya :
“Duh gila yaaa … kerjaan gue tuh banyak banget deh!”
“Masa sih bos gue tuh nggak mikir apa, kerjaan gue tuh udah banyak kok ditambah lagi sih?”
“Ya ampun … emang hidup gue buat kerja doang apa? Kok kerjaan gue banyak banget?!”

Facebook status : “A is sibuk banget!” or “A is banyak kerjaaaaannn … ampuuun!” or “A is hectic BANGET!”

(Mereka merasa kalau mereka adalah orang-orang paling sibuk, dan paling banyak kerjaan di dunia daripada orang-orang lain. Mereka nggak sadar kalau semua orang juga banyak kerjaan tapi perlu juga kan harus meneriakkan itu ke seluruh dunia?)

2. Si pendramatisir asmara

Ucapan yang bisa keluar dari mulutnya :
“Kenapa ya nggak pernah ada yang bisa ngertiin gue padahal gue udah ngalah melulu? Dimana letak kekurangan gue?! Dianya aja tuh yang nggak pernah ngertiin gue!”
“Kenapa sih semua orang yang gue taksir nggak ada yang naksir balik sama gue? Padahal gue keren, baik, pintar, gaya … and so on … and so on …” *GAK MATI JUGA KAN LO GAK PUNYA PACAR?!*
“Ya ampunnnn … cowok/cewek gue rese banget! Dia nggak pernah bisa paham apa yang gue mau! Mending gue cari pacar baru lagi!”
“Sediiiihhh dehhh … gue berantem lagi dong sama pacar gue! Gue pengen mati aja, pengen putus tapi gue nggak bisa hidup tanpa pacar. Argh!”

Facebook status : “A is melow dan sedih dan murung karena dia” or “A is kangen seseorang tapi nggak tahu siapa” or “A is ingin punya pacar”

(Mereka merasa kalau kisah cinta mereka ini sangat menarik untuk didengarkan semua orang yang mereka kenal (tidak cukup diceritakan ke sahabat saja) dan disebarluaskan dengan semena-mena. Mereka merasa kalau mereka orang paling sial di kisah percintaan, atau selalu merasa sedang menjalani hubungan terburuk dalam hidupnya (pokoknya hiperbolis banget). Well … satu kata “Cape deh!”)

3. Si pendramatisir financial

Ucapan yang bisa keluar dari mulutnya :
“Gaji gue kok nggak pernah cukup ya? Selalu aja habis buat bayar kost-an, padahal gue kan pengen juga beli sepatu baru, baju baru, gadget baru kayak orang-orang lain. Gue pengen juga hang out tiap malam minggu dan makan di restoran tapi kok gaji gue nggak pernah cukup ya?
“Gue pengen banget beli MacBook tapi duit gue belum cukup? Sebenarnya sih nyokap gue bisa beliin buat gue tapi gue pengen beli sendiri, tapi kalau gue nabung buat beli MacBook ntar gue nggak bisa main-main dong di weekend! Aduh bingung …”
“Gue kok miskin terus ya?” *YA IYALAH BELI 2 PASANG SEPATU TIAP BULAN PLUS TA WAN SETIAP HARI*
“Gue tuh bisanya cuma beli sepatu baru 2 tahun satu kali'” *HAH! COME ON!*

Facebook status : “A is want to go shopping to heal my heart broke” or “A is huraaa huraaa sampai miskin”

(Mereka ini simply nggak tahu konsep “Apa yang kau tanam itulah yang kau tunai”. Pikir mereka MacBook tinggal dipetik di pohon dan nggak perlu menabung dulu sehingga mereka tetap mempertahankan gaya hidup yang sebenarnya nggak perlu mereka jalani semata-mata atas nama ‘hype’ dan ada juga jenis lain yang selalu ‘sok miskin’ pokoknya selalu mengesankan ke orang lain kalau dia itu selalu berkantong tipis alias kere dan suseh padahal itu sih karena pelit ajaaaaa …)

4. Si pendramatisir pergaulan

Ucapan yang bisa keluar dari mulutnya :
“Ya ampun gue bingung deh, gue tuh diundang buat dateng ke pestanya si A tapi gue juga diundang ke pestanya si B gue bingung mau datang ke pesta yang mana. Kalo gue dateng ke A ntar si B marah begitu juga sebaliknya … duh bingung deh” *PADAHAL SI A/B MASIH PUNYA 100 UNDANGAN YANG LAIN*
“Kayaknya gue harus datang deh ke event A, soalnya temen gue dari kota B dateng dan gue nggak enak kalau gue nggak datang. Sebenarnya sih gue nggak punya uang, tapi asli gue nggak enak banget kalo gue sampai nggak datang ke acara itu. Gue harus datang, pinjem duit dong?”
“Iya! Masa lo nggak tau sih? Dia itu kan si A yang bikin buku B?! Ya ampun masa sih lo nggak kenal sama dia? Semua orang kenal dia lagi … itu looh yang pernah juga muncul jadi bintang tamu di acara Kick Kick an. Hahhh? Masih belum ingat juga?!”

Facebook status : “A is galau ingin ke acara konser A atau ke acara rave party B” or “A is pengen ketemuan sama A tapi udah terlanjur janjian sama si B. HELP!”

(Mereka ini … hahahahahaha golongan yang lucu sekali. Merasa kalau mereka adalah center of the universe dan seluruh dunia akan berhenti kalau mereka tidak exist di satu event atau acara  atau satu acara bersosialisasi. Mereka merasa kalau suasana tidak akan ramai apabila mereka tidak berada di sana, dan mereka akan sedih sekali jika merasa tidak diundang langsung untuk datang ke satu acara. Well … I don’t know what to say except they’re shallow.”

Last word,
Menjadi seorang pendramatisir akan sangat melelahkan dan tidak menyenangkan. Karena akan dibutuhkan tenaga ekstra untuk melebih-lebihkan (a.k.a melebay-lebaykan) suatu keadaan. Bukannya saya bilang saya bebas dari segala gejala ‘si pendramatisir’ tapi saya selalu berusaha menjauhkan diri dari segala gejala ‘dramatisir’ mungkin kadang berhasil kadang nggak ya namanya juga manusia. Saya kan tidak mungkin juga mendramatisir diri saya kalo saya ini bukan seorang pendramatisir. Saran saya … kalau ada si pendramatisir akut di sekitar anda … DENGARKAN OMONGANNYA, ACUHKAN, DAN JANGAN DIMASUKKAN KE HATI (karena efeknya tidak bagus untuk hati dan otak anda)

SEKIAN DAN TERIMA KASIH

PS : Jika ada yang merasa agak tersentil geli-geli gimana gitu sama postingan saya ini, maafkan saya … beribu-ribu maaf. Mungkin anda hanya terlalu mendramatisir arti tulisan saya.

§ One Response to si pendramatisir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading si pendramatisir at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: