love actually …

November 4, 2008 § 2 Comments

I am single and happy …

Dan sebagai seorang Jakartanisme yang single & happy, salah satu kegiatan yang sering dilakukan sepulang kerja adalah menonton film. Tadi malam DVD yang saya tonton adalah Love Actually.

Saya sudah lama mendengar dari orang-orang kalau film ini bagus banget! Tapi entah kenapa setiap mencari DVD bajakannya selalu saja kosong, dan setiap film ini diputer di stasiun TV swasta saya pasti tidak sempat menonton. Akhirnya setelah penantian sekian lama saya pun bisa menonton film ini …

Sebenarnya inti dari film ini simpel banget, kalau cinta itu bisa datang dari mana saja. Dari ayah tiri, dari pembantu rumah tangga, dari pelayan rumah jabatan, dari lawan main stuntman film porno, dari manager gendut yang buruk rupa, dan juga dari seorang sahabat.

Beberapa fakta yang menyentuh saya adalah :

  • Untuk cinta seseorang dengan sukarela belajar bahasa Portugis
  • Untuk cinta seseorang bisa mempermalukan Presiden USA di depan press
  • Untuk cinta seseorang bisa melewati sebuah one night stand yang dinanti-nantikan
  • Untuk cinta seseorang akan belajar bermain drum dengan keras
  • Untuk cinta seseorang nekat mengetok setiap rumah untuk mencari perempuan idamannya
  • Untuk cinta seseorang rela menjual apartemennya untuk berangkat ke negara lain dan menemukan cinta
  • Untuk cinta seseorang menyadari kalau ciuman yang penuh rasa sayang lebih menyenangkan daripada hubungan fisik yang kosong
  • Untuk cinta seseorang bisa memaafkan suaminya yang membeli kalung emas untuk orang lain di hari Natal
  • Untuk cinta seseorang akan meninggalkan pesta bersama Elton John untuk bersama sahabatnya yang bukan siapa-siapa
  • Untuk cinta seseorang rela meninggalkan malam natal bersama keluarganya untuk mengungkapkan perasaannya kepada seorang wanita
  • Untuk cinta seseorang rela menahan rasa cintanya sendiri
  • Untuk cinta seseorang menjadi berani untuk menerobos penjagaan ketat bandara internasional untuk mengungkapkan perasaannya

Tapi di antara sekian banyak cerita di film ini saya paling suka cerita Keira Knightley dan 2 aktor lain (maaf saya tidak tahu namanya). Ceritanya sangat simple, Keira menikah dengan seorang Afro America yang memiliki sahabat yang berkulit putih. Keira selalu berusaha untuk menciptakan suasana yang friendly di antara dia dan sahabat suaminya, tapi tidak pernah berhasil. Pada suatu waktu Keira minta tolong kepada sahabat suaminya untuk memberikan copy video pernikahannya, kebetulan di hari pernikahan sahabat suaminya itu membawa handycam. Awalnya sahabat suaminya tersebut mengatakan kalau rekaman itu sudah hilang, tapi Keira pun bersikeras dan langsung datang ke tempat tinggal sahabat suaminya itu. Singkat cerita Keira pun datang dan menemukan video tersebut, dan suprise … seluruh video tersebut adalah Keira tanpa suaminya dan tanpa orang lain. Dari awal sampai akhir sahabat suaminya itu hanya merekam Keira …
Keira bingung karena sahabat suaminya itu bahkan tidak mengenalnya dan tidak pernah menunjukan sinyal-sinyal yang aneh. Saat itu mereka langsung berpisah karena Keiranya salting dan sahabat suaminya tidak tahu harus berkata apa.

Lalu … di malam Natal yang konon semua orang harus jujur atas perasaannya terhadap orang lain. Keira dan suaminya sedang berpelukan di sofa mereka yang hangat lalu bel pintu mereka berbunyi. Keira membuka pintu dan ternyata orang itu adalah sahabat suaminya, dia membawa karton besar dan sebuah boom box. Pada karton pertama tertulis “Just say I’m a Carol Singer” lalu di karton kedua “Next year I’ll be ended with one of these women” karton ketiga berisi gambar-gambar para supermodel, lalu di karton keempat “But for now what I know is …” “You are PERFECT” “And I should say this because it’s christmast”. Sepanjang pertunjukan karton itu Keira dan sahabat suaminya tidak mengeluarkan sepatah katapun.

Setelah semua karton itu dibuka, sahabat suami Keira pun melangkah pergi. Keira pun menyusul dan memberikan sebuah ciuman, lalu mereka berpisah.
Dan sahabat suami Keira berkata ke dirinya sendiri “It’s enough.” yang menurut saya bijak sekali.

Sebelum tidur saya berpikir tentang film ini, mereka yang merayakan Christmast sepertinya memiliki keberuntungan … karena mereka memiliki satu hari dimana mereka harus jujur dan mengungkapkan apa yang mereka rasakan ke orang yang paling mereka cintai di situasi apapun itu.
Di kepercayaan saya … tidak ada jenis hari seperti itu, saya punya hari untuk saling memaafkan dan untuk mengurbankan seekor sapi/kambing. Tapi saya tidak punya hari untuk mengungkapkan kasih sayang sejujur-jujurnya dan tidak mempedulikan konsekuensi.

Semestinya ada hari seperti itu untuk semua agama. Agar tidak ada perasaan yang tersimpan tanpa tahu apa yang akan terjadi bila perasaan tersebut dikeluarkan dengan jujur …

§ 2 Responses to love actually …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading love actually … at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: