happy ending. exist or not?

October 29, 2008 § Leave a comment

Ini gara-gara teman saya memposting blog yang amat sangat sentimental dengan judul “I wish a happy ending for them” and I’m luckily one of ‘them’

Setelah membaca blog itu, ‘happy ending’ menjadi sebuah topik utama dalam pikiran saya. Entahlah … apakah sebenarnya happy ending? Happy : Senang;Gembira;Bahagia dan Ending : Akhir. Sehingga arti secara harafiahnya adalah ‘Akhir yang bahagia’.

Dan maksud dari kata akhir itu sendiri adalah ‘tamat’ ‘the end of story’ apakah happy ending itu adalah suatu kondisi saat kehidupan ini sudah berakhir? Yang menurut teman saya adalah ‘surga’.
Kalau surga mau dijadikan sebagai suatu bentuk happy ending, berarti berat sekali rasanya untuk mencapai happy ending dalam kehidupan. Surga bukanlah satu tempat yang semua orang bebas keluar masuk hanya dengan membeli tiket, atau mendapatkan free pass. Surga itu tempat baik untuk orang-orang yang baik. Apakah saya orang yang baik? Saya bisa menjawab pasti … tidak. Saya bukan seorang penganut agama yang soleh, saya juga masih meninggalkan kewajiban saya sehari-hari, saya juga tidak selalu berpikir positif kepada orang lain. Dan dengan semua kekurangan saya itu, apakah saya bisa digolongkan sebagai orang yang akan mendapatkan happy ending? Semoga saja masih … karena sangat menyedihkan jika saya hidup di dunia ini, let’s say selama 50 tahun atau lebih lalu mendapatkan sad ending *hahahaha*

Mungkin maksud ‘happy ending’ dari teman saya itu adalah happy ending dalam salah satu aspek kehidupan. Aspek yang sangat mempengaruhi semua aspek kehidupan yang lain, dan apalah hal itu kalau bukan cinta. Happy ending dalam cinta … it’s just too good to be true. Tidak ada yang tahu ending dari sebuah kisah cinta. Apakah pernikahan? Tentu saja bukan, pernikahan adalah sebuah awal baru dari sebuah tingkat hubungan. Apakah menikah sampai kematian memisahkan adalah sebuah happy ending? Rasanya bukan juga … siapa yang tahu selama pernikahan itu terjadi, kedua belah pihak merasa bahagia atau tidak? Yang tahu hanya kedua belah pihak tersebut dan Tuhan.

Dan semakin dalam saya memikirkan tentang happy ending ini, maka saya pun berpikir ‘Is Happy Ending really exist?’. Mungkin saya jadi bertanya seperti itu karena saya meletakkan happy ending atas nama cinta dan kasih sayang. Sedangkan cinta dan kasih sayang itu pasti melibatkan orang kedua, yang tidak bisa dikontrol sepenuhnya, happy ending pun tidak bisa dipastikan akan terjadi atau tidak.

Jika saya meletakkan happy ending ke diri saya sendiri, rasanya itu lebih adil. Saya meletakkan beban pencapaian happy ending atas hidup saya ke pundak saya sendiri, dan bukan ke pundak orang lain. Happy ending yang bisa saya capai dengan kedua tangan saya sendiri … pencapaian kualitas hidup, perengkuhan impian, dan juga penghasilan karya. Apapun itu … I still work on it. Happy ending saya adalah produk diri saya sendiri, happy ending saya adalah pencapaian dari bayangan saya akan saya di 5 tahun ke depan.

Happy ending saya, tidak melibatkan orang lain. Rasanya itu jauh lebih adil …

Tagged:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading happy ending. exist or not? at DAUR IMAJI.

meta

%d bloggers like this: