mantan istri dan cium-cium punggung
Konon katanya yang namanya mantan anak itu tidak ada, karena yang namanya darah dan daging nggak bisa dibongkar pasang seperti lego.
Tapi mantan suami dan mantan istri berhamburan di luar sana seperti jumlah gerobak sampah beserta isinya yang selalu eksis di Jl. Mampang Prapatan setiap pukul 11 malam ke atas.
Mantan suami, mantan istri, mantan pacar, dan mantan selingkuhan,
Apa bedanya?
Mereka semua sama,
Suka nggak suka, para mantan ini pernah membuat hati yang haus belaian ini bahagia. Kecuali setelah putus langsung mengidap penyakit amnesia atau dengan ajaib bisa melupakan semua hal manis (dan banyak pahit) yang pernah dilalui bersama. Atau mungkin dokter jenius di film Eternal Sunshine of the Spotless Mind benar-benar eksis di dunia yang fana ini. Jika iya … saya mau daftar. Karena bisa menghemat banyak waktu yang terbuang mubazir untuk masa pasca putus yang tra la la tra li li najisnya.
Mantan.
Satu kata dengan ratusan bahkan jutaan kenangan.
Baik atau buruk … telan sajalah.
Ada dua orang mantan yang (sok) dewasa dan tetap berteman
Ada dua orang mantan yang (sebenarnya dewasa) tapi bersikap kekanak-kanakan
Ada dua orang mantan yang tetap lanjut menjadi sex buddy selama belum punya calon baru
Ada dua orang mantan yang sudah punya gandengan baru tapi tetap bertemu dan peluk cium lucu-lucuan
Kalau di negara tercinta ini, dua orang mantan yang berasal dari dunia selebritas biasanya akan adu “jago” di layar televisi dan dunia-maha-internet. Saling adu kata-kata menusuk A, B, C, D, dst … dst. (Maaf detailnya saya nggak tahu, saya benci semua saluran TV lokal Indonesia). Sampai adu cium-cium punggung penyanyi muda seksi yang namanya pun saya tidak tahu.
Well …
Setidaknya harus diakui, menjadi mantan orang tertentu ternyata bisa membantu mendongkrak naik nama seseorang dengan bonus bisa peluk cium dengan berondong seksi. Dalam hal ini hanya orang (baca:pria) bodoh yang menolak.
Mungkin,
Dua orang mantan ini (benar-benar) lupa kalau mereka melewati bertahun-tahun lamanya dalam susah dan senang, masa-masa ketika (mantan) istri/suaminya masih buruk rupa karena belum kenal jarum suntik, krim wajah dan operasi, berbagi rasa dan pikiran yang maha berat itu, bermalam-malam aktivitas “rutin” yang super intim, sampai menghasilkan beberapa darah dan daging yang bukan mainan lego. Makanya mereka bisa jahat-jahatan dengan ikhlas dan tanpa beban.
LUPA
Memang penyakit yang mengerikan.



memilih untuk LUPA, mungkin
sedang jalan2, mbak Lala…
blognya menyenangkan
well … pasti pilihan yang sulit
Terima kasih Indira atas kunjungannya